Bahlil Klaim Bereskan 'Hantu' yang Hambat Investasi, Apa Itu?

News - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
28 December 2019 08:12
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim realisasi investasi 2019 diprediksi melebihi target dari Rp790 Triliun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim realisasi investasi 2019 diprediksi melebihi target dari Rp790 Triliun.

Menurutnya, pemberian insentif fiskal dan perubahan pola pendampingan BKPM membuat investor yakin menanamkan modalnya kendati pertumbuhan ekonomi tengah melambat.


"Investor yakin betul negara kita punya kepastian hukum dan politik yang stabil," kata Bahlil dalam jumpa pers akhir tahun di Hotel JW Marriott, Jakarta, Jumat (27/12/2019).


Untuk kondisi politik, Bahlil mengklaim investor masih tetap menaruh keyakinan sekalipun suhu politik sempat menghangat antara kubu pembela pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Jokowi-KH Maruf Amin. Pascapilres, Presiden-Wakil Presiden RI dijabat oleh Joko Widodo-KH Maruf Amin dengan kabinet Indonesia Maju di mana Prabowo Subianto menempati posisi Menteri Pertahanan.

"Analoginya begini, pesta demokrasi yang terkenal dengan istilah cebong-kampret, tahun makian. Dalam posisi panas seperti itu investor masih yakin," ujar Bahlil.

Faktor lain yang turut menunjang realisasi investasi adalah pendampingan BKPM terhadap calon investor. Di periode kepemimpinannya yang baru dimulai pada Oktober 2019, Bahlil dan jajarannya lebih terbuka untuk mencari jalan keluar atas kendala yang dihadapi calon investor sampai eksekusi di lapangan.

Bahlil mencontohkan penyelesaian tumpang-tindih lahan pabrik PT Lotte Chemical Indonesia yang berdiri di atas lahan milik PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Jumat (13/12/2019).

"Kasus Lotte, itu hampir 3 tahun. Masalahnya bukan regulasi saja, tapi mafia tanah disitu. Itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan regulasi karena itu urusan 'hantu'. 'Hantu' harus diselesaikan dengan 'hantu'," kata Bahlil.

"BKPM dulu agak sulit melakukan itu, karena guru 'hantunya' belum datang. Yang bisa menyelesaikan 'hantu' hanya pernah menjadi 'hantu'. Jadi urusan-urusan lapangan mulai kita sisir. Saya lihat mulai ada kepercayaan investor," ucap bekas Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini.

Sampai dengan Oktober 2019, investasi yang sudah masuk ke Indonesia sudah mencapai Rp601 Triliun. BKPM mencatat realisasi investasi di kuartal III mencapai Rp205,7 Triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp173,8 Triliun.

Pertumbuhan double digit ini ditopang oleh realisasi investasi asing (PMA) yang tumbuh sebesar 17,8% YoY dan realisasi investasi domestik (PMDN) yang tumbuh sebesar 18,9% YoY.

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading