Soal Peran Jokowi, Gibran: Ngapain Bapak Meng-endorse Saya?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
24 December 2019 19:39
Hal itu dikatakan Gibran usai blusukan di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah.
Solo, CNBC Indonesia - Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sudah memulai sosialisasi sebagai bakal calon wali kota Solo periode 2020-2025. Pada Senin (23/12/2019), Gibran blusukan di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah.

Selepas blusukan, Gibran memaparkan peran sang ayah terkait pilihannya turut serta dalam Pilkada Solo 2020.

"Bapak mendukung," ujarnya seperti dilansir detik.com, Selasa (24/12/2019).


Kendati demikian, Gibran mengaku tidak membutuhkan bantuan sang ayah.

"Ngapain bapak meng-endorse saya," katanya. "Saya sendiri cukup, nggak perlu turun tangan. Kaya apa aja to? Saya ke mana-mana sendiri. Daftar sendiri, fit and proper test sendiri. Yang menemani ya warga, relawan, dah itu lebih dari cukup," lanjut Gibran.

Menurut kakak kandung Kaesang Pangarep ini, Jokowi tidak akan sempat turut campur dalam proses politik di Solo. Sebab, tugas Jokowi sebagai kepala negara sudah terlampau banyak.

Seperti diketahui, Gibran mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Solo di kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Semarang, Kamis (12/12/2019). Ia diantarkan oleh ibu negara Iriana Jokowi, istri Selvi Ananda, dan para relawan yang mengantarkan dari Solo.



"Hari ini saya sudah sah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota solo untuk tahun 2020-2025. Terima kasih kepada jajaran pengurus DPD PDIP Jateng yang sudah menerima saya dengan baik," kata Gibran.

Pada hari yang sama, Jokowi pun sudah memberikan tanggapan perihal langkah Gibran. Tanggapan itu disampaikan kepala negara usai menghadiri acara peresmian jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated di KM 38+400, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

"Kan sudah saya sampaikan bolak-balik bahwa itu sudah menjadi keputusan. Tanyakan langsung ke anaknya," ujarnya.

Eks Wali Kota Solo itu pun membantah apabila keputusan Gibran merupakan jalan mewujudkan dinasti politik. Sebab, pemilihan kepala daerah merupakan sebuah kompetisi yang bisa berakhir dengan kemenangan maupun kekalahan.

"Terserah rakyat yang memiliki hak pilih. Siapapun punya hak pilih dan dipilih. Ya kalau rakyat ga memilih gimana? Ini kompetisi bukan penunjukan. Beda. Tolong dibedakan," kata Jokowi.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading