Internasional

Dolar Makin Dibuang, Malaysia Pelajari Emas sebagai Mata Uang

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
23 December 2019 14:25
Mahathir menyerukan negara Muslim membuat mata uang bersama dari emas untuk alat perdagangan
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana MenteriĀ Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan kembali komitmennya untuk menghasilkan mata uang bersama yang dapat digunakan untuk perdagangan antar negara-negara Muslim.

Gagasan tersebut pertama kali diperdebatkan sekitar tiga dekade lalu saat krisis keuangan Asia terjadi tahun 1997 lalu. Ia mengatakan penggunaan dinar emas dan perdagangan barter akan ditinjau kembali dan dipertimbangkan secara serius oleh para pemimpin Muslim.


"Kami serius melihat ini dan kami berharap bahwa kami dapat menemukan mekanisme untuk menerapkannya," katanya pada upacara penutupan KTT Kuala Lumpur 2019, seperti dilansir dari The Malaysian Reserve, Senin (23/12/2019).


Alasan rencana penerapan ide tersebut tidak lain karena dolar AS semakin tidak stabil, dan terpapar pada fluktuasi nilai untuk melayani sebagai mata uang internasional utama.

"Emas memiliki nilai tertentu untuk semua negara di dunia. Jika kami menggunakan emas sebagai standar, kami dapat menamai mata uang kami dengan nama apapun, tetapi harus berkaitan dengan nilai emas di negara Anda," jelasnya.

"Itu sudah diusulkan dan saya pikir kita harus mempelajari ini dengan sangat hati-hati. Saat ini kami terhambat oleh kebutuhan penggunaan satu mata uang untuk perdagangan internasional."


Presiden Iran Hassan Rouhani juga sebelumnya menyerukan mengakhiri dominasi dolar AS dengan gagasan satu cryptocurrency yang dapat digunakan antara negara-negara Muslim.

Rouhani mengatakan negara-negara Muslim dapat menciptakan mekanisme khusus untuk kerjasama perbankan dan keuangan dalam meminimalkan ketergantungan mereka pada AS.

Seperti diketahui, ekonomi terbesar dunia itu terus menjatuhkan sanksi terhadap Iran, melarang produk-produk Iran mulai dari barang-barang kesehatan hingga peralatan militer dan pesawat terbang.

Upaya menggunakan emas sebagai mata uang ini, sangat terkait dengan fenomena de-dolarisasi. Bukan hanya datang dari negara Muslim, dedolarisasi juga terjadi di negara barat.

Salah satu ekonom Amerika Jeffrey Sachs juga telah meramalkan matinya dolar AS sebagai bagian negara adikuasa dari ekonomi global. Sebagai perbandingan, ekonomi China sekarang menyumbang lebih dari 19% dari ekonomi dunia, sementara Uni Eropa 16%.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah AS akan terus memiliki pengaruh ekonomi untuk mendukung penggunaan dolar secara umum.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading