Manipulatif, Alasan Negara Muslim Harus Ganti Dolar ke Emas

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
23 December 2019 12:28
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad menyerukan agar negara Muslim menggunakan emas sebagai alat pembayaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad menyerukan agar negara Muslim menggunakan emas sebagai alat pembayaran. Hal ini ditegaskannya dalam Islamic Summit yang digelar akhir pekan kemarin di Kuala Lumpur.

"Saya menyarankan ... gagasan perdagangan menggunakan dinar emas dan perdagangan sistem barter di antara kita," katanya. "Kami serius melihat ini."


Ada sejumlah alasan mengapa ia menyarankan ini. Antara lain, keputusan AS yang kerap menjatuhkan sanksi.


"Keputusan sepihak dengan menjatuhkan sanksi.. hal itu dapat berlaku pula pada kita," kata Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad seperti dikutip Reuters.

Gagasan penggunaan emas ini bukan pertama diutarakan Mahathir. Juni lalu, Mahathir juga menyatakan hal serupa, saat konferensi Nikkei Future of Asia di Tokyo.

"Jika anda ingin datang bersama, kita harus mulai dengan mata uang perdagangan bersama, bukan untuk digunakan secara lokal tetapi untuk tujuan penyelesaian perdagangan," katanya, seperti dilansir dari kitco.com.

"Mata uang yang kami usulkan harus didasarkan pada emas, karena emas jauh lebih stabil."

Alasan lainnya adalah untuk menghindari konflik di mana mata uang dimanipulasi.

"Situasi di dunia sedang tidak stabil. Kami melihat konflik di mana-mana ... Ada konfrontasi antara Amerika dan China. Kami semua terpengaruh meskipun kami bukan bagian dari itu," jelasnya.

"Perdagangan mata uang bukanlah sesuatu yang sehat karena ini bukan tentang kinerja negara tetapi tentang manipulasi."


Selama pidatonya, Mahathir juga mengkritik dominasi Amerika, menambahkan bahwa kekuatannya tidak demokratis.

"Anda (AS) tidak demokratis. Keputusan bukan didasarkan pada kekuatan tunggal. Jika Anda ingin hidup di dunia yang bersatu, dunia yang stabil, kita harus menggunakan kelestarian melalui kesepakatan antara semua negara yang memiliki kepentingan dalam masalah itu," katanya.

PM Malaysia dikenal dengan retorikanya terhadap perdagangan mata uang, terutama setelah Mahathir menyatakan bahwa miliarder George Soros bertaruh terhadap mata uang Asia dan memicu krisis keuangan Asia 1997.

Sebelumnya sejumlah negara dijatuhi sanksi oleh barat dan sulit melakukan aktivitas perdagangan. Iran terkena sanksi AS karena dianggap masih terus melakukan pengembangan nuklir.

Sementara Qatar mengalami pemutusan hubungan diplomatik dengan sejumlah negara Arab yang menjadi aliansi AS. Pasalnya negara-negara tersebut menuduh Qatar membiayai teroris.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading