Said Didu: Ahok Jangan Dikasih Tugas Ecek-ecek di Pertamina!

News - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
19 December 2019 19:02
Said Didu sebut Ahok harus dibebani tugas yang berat di Pertamina
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengatakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok perlu diberi tugas 'berat' sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

Said Didu menyebut ada 4 tugas yang perlu dikerjakan Ahok untuk membereskan beban Pertamina selama ini.

Pertama, Ahok perlu bertemu anggota DPR RI atau Presiden Joko Widodo agar membahas ulang penugasan ke Pertamina yang menurut Said Didu menimbulkan kerugian ke Pertamina.


Penugasan yang dimaksud di antaranya adalah penanggungan selisih harga bensin Premium yang wajib didistribusikan ke seluruh Indonesia. Meskipun selisih ini nantinya oleh pemerintah dimasukkan sebagai biaya kompensasi.



[Gambas:Video CNBC]



"Kedua datang ke kantor [Menko Kemaritiman dan Investasi] Luhut, 'Pak Luhut tolong jangan lagi yang intervensi Pertamina seperti pembangunan kilang," ujarnya, Kamis (19/12/2019).

"Ketiga, datang ke Menteri ESDM, Pak jangan saya dikasih lagi lelang blok migas sehingga saya beli mahal, pakai cara kami blok Mahakam [...] Datanglah ke Kementerian Keuangan, [tagih] bayar utang pemerintah 70 T termasuk utang TNI. Itu tugasnya Ahok," kata Said Didu dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Tugas-tugas itu dianggap sepadan dengan karakter Ahok yang disebut hebat oleh sebagian masyarakat. Said Didu tidak sepakat jika Ahok diberi tugas teknis mengurus program B30 pada tahun depan.

Tugas tersebut merupakan perintah Presiden Joko Widodo kepada Ahok dan Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati yang disampaikan Istana Kepresidenan, Jakarta pada pekan lalu. Tujuannya untuk menurunkan impor minyak.

"Jangan B30, kerjaan ecek-ecek itu," kata Said Didu. Pengawalan program B30, tambahnya, cukup diberikan ke pejabat Kepala Divisi.




(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading