Dahlan Yakin Jonan Pasti Mau dan Mampu Benahi Garuda

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 December 2019 20:52
Dahlan Yakin Jonan Pasti Mau dan Mampu Benahi Garuda
Jakarta, CNBC Indonesia - Usai perombakan besar-besaran di tubuh manajemen maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), kini muncul nama yang disorongkan sebagai calon kuatĀ Direktur Utama Garuda Indonesia. Salah satunya adalah Mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Munculnya nama Ignasius Jonan, yang juga pernah menjadi Menteri Perhubungan periode 2014-2016 ini diulas Dahlan Iskan, Menteri BUMN periode 2011-2014 dalam tulisan anyarnya, "Garuda Menteri" di laman pribadinya, disway.id.




Dahlan menilai, sosok Ignasius Jonan akan mampu membenahi Garuda. Masalah pelik bertubi-tubi menghantam Garuda. Setelah ramai kasus manipulasi laporan keuangan tahun buku 2018, belakangan publik dihebohkan kasus penyelundupan moge Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda dalam penerbangan perdana pesawat milik Garuda dari Tolouse, Perancis, ke Jakarta.

Menteri BUMN Erick Thohir pun memberhentikan Direkur Utama Garuda, Ari Askhara dan 4 direksi lainnya.



Dijelaskan Dahlan, Jonan punya pengalaman cukup panjang di PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan itu berhasil. Keberhasilannya membawa Jonan didapuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Perhubungan periode 2014-2016, meski tak lama kemudian Budi Karya Sumadi menggantikannya.

Apalagi, kenang Dahlan, Jonan termasuk tipikal yang siap ditugaskan ke mana saja. Tawaran posisi Garuda 1 bisa menjadi tantangan baru Jonan.

"Ia tipe orang yang siap ditugaskan ke mana saja. Termasuk ke yang sulit-sulit. Semangat anti korupsinya juga tinggi --meski agak aneh: kok tidak pernah bertengkar dengan DPR.

Kalau ia sukses membenahi Garuda itu akan menjadi sejarah lagi baginya --hattrick: KAI - Freeport - Garuda," urai Dahlan Iskan, Ahad, 15 Desember 2019.

Ketegasan Jonan sudah tak lagi diragukan. Pasalnya, ia mampu mengatasi divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFII) kepada pemerintah.

"Mampu mengatasi soal Freeport akan mudah bagi Jonan untuk membuang permainan di Garuda. Misalnya soal patgulipat dalam pembelian pesawat. Yang melibatkan institusi keuangan internasional. Yang sulit dideteksi dari dalam negeri," tulisnya.

"Sebagai orang yang aslinya 'orang keuangan' Jonan tahu semua permainan seperti itu. Dan tahu bagaimana menyingkirkannya --kadang dengan agak kasar," jelasnya lagi.

Meski diakuinya, menempati posisi Direktur Utama tentu bukanlah jaminan, sebab tidaklah mudah.

Bila ini terjadi, kata Dahlan, Jonan akan menjadi mantan atasan pertama -- dalam kapasitasnya sebagai Menteri Perhubungan sebelumnya - menjadi bawahan.

"Dan kalau Jonan jadi ke Garuda ia juga akan jadi orang pertama: mantan atasan menjadi bawahan langsung. Jonan adalah mantan Menteri Perhubungan --yang membawahi Garuda. Ke depan ia yang akan jadi bawahan itu," urai Dahlan Iskan.

Meski hingga saat ini, Kementerian belum merilis siapa nama yang bakal menjadi pucuk pimpinan maskapai yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan sandi GIAA itu. Sebab, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) baru akan dilaksanakan Januari 2020.

[Gambas:Video CNBC]

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading