Bank Dunia Ngasih Utang Rp21 Triliun ke China, Trump Dongkol!

News - Wangi Sinintya, CNBC Indonesia
08 December 2019 11:30
Bank Dunia Ngasih Utang Rp21 Triliun ke China, Trump Dongkol!
Washington DC, CNBC Indonesia - Bicara soal utang, China merupakan salah satu negara yang dikenal rajin memberikan pinjaman. Belt and Road Initiative (BRI) melaporkan China kerap memberi pinjaman ke banyak negara, termasuk Indonesia.

Tapi kenyataannya, China sendiri pun tak bisa menghindar dari jeratan utang yang membengkak. Baru-baru ini, Negeri Tirai Bambu meminjam dana ke Bank Dunia (World Bank) hingga US$ 1,5 miliar (Rp 21 triliun).

Pinjaman ini bahkan diizinkan oleh Dewan Bank Dunia, dengan bunga rendah dan tenor lima tahun alias sampai 2025. Hal itu mengundang komentar pedas dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.



"Kenapa Bank Dunia meminjamkan uang ke China? Mungkinkah itu mungkin? China punya banyak uang, dan kalaupun tidak, mereka bisa buat sendiri. STOP!," tulis Trump di postingan Twitternya seperti dikutip dari Reuters.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan beberapa anggota Parlemen AS juga menyatakan keberatan.

"Kami ingin Bank Dunia untuk berhenti memberi China program pinjaman lunak (karena) ditujukan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah," kata Mnuchin.



Sama hal-nya dengan Trump, Mnuchin mengatakan bahwa China terlalu kaya untuk menerima bantuan internasional semacam itu. Apalagi negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping ini telah meminjamkan ratusan miliar dolar anggaran untuk negara-negara miskin melalui BRI.

Sementara itu, anggota parlemen AS juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa dana pembayar pajak AS yang dipinjamkan melalui Bank Dunia ke China akan menciptakan masalah baru. Di antaranya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan persaingan ekonomi yang tidak adil.


"Bank Dunia, menggunakan dolar dari pajak warga Amerika, (sehingga) tidak boleh meminjamkan uang kepada negara-negara kaya yang melanggar hak asasi warga mereka dan berusaha untuk mendominasi negara-negara yang lebih lemah baik secara militer maupun ekonomi," kata Ketua Komite Keuangan Senat Charles Grassley.


Charles mengacu kepada dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Xinjiang, China. Di mana kamp-kamp penahanan untuk Muslim Uighur dibangun.

Sekadar gambaran. utang China ke Bank Dunia ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Negeri Tirai Bambu juga pernah mendapat utangan senilai US$ 1,3 miliar pada awal 2019 dan US$ 2,4 miliar di 2017 lalu.
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading