Internasional

China Utang Rp 21 T ke Bank Dunia, AS Bete!

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
06 December 2019 16:29
China Utang Rp 21 T ke Bank Dunia, AS Bete!
Jakarta, CNBC Indonesia - China juga tak bisa menghindar dari jeratan utang. Bahkan, negara ini meminjam lagi dana ke Bank Dunia (World Bank) hingga US$ 1,5 miliar (Rp 21 triliun).

Pinjaman ini bahkan sudah diizinkan oleh Dewan Bank Dunia. Dengan bunga rendah dan tenor 5 tahun alias sampai 2025.


Utang ini bukan yang pertama. China juga pernah mendapat pinjaman senilai US$ 1,3 miliar pada awal 2019 dan US$ 2,4 miliar di 2017 lalu.


Bank Dunia menambahkan bahwa China juga telah meminta pendanaan lanjutan dari bagian lembaga Ini, World Bank International Bank for Reconstruction and Development Division.

Namun, keputusan Bank Dunia ini membuat Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan beberapa anggota parlemen AS keberatan.

Mnuchin, mengatakan kepada Komite Jasa Keuangan DPR AS bahwa perwakilan Departemen Keuangan keberatan dengan rencana itu.


Kami ingin Bank Dunia untuk berhenti memberi China program pinjaman lunak (karena) ditujukan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah." katanya sebagaimana diulansir dari Reuters.

Lebih lanjut, Mnuchin mengatakan bahwa China bisa dibilang terlalu kaya untuk menerima bantuan internasional semacam itu.

Apalagi negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping telah meminjamkan ratusan miliar dolar dananya untuk negara-negara miskin melalui Belt and Road Initiative (BRI).

Anggota parlemen AS juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa dana pembayar pajak AS yang dipinjamkan melalui Bank Dunia ke China akan menciptakan masalah baru.

Di antaranya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan persaingan ekonomi yang tidak adil.


"Bank Dunia, menggunakan dolar dari pajak warga Amerika, (sehingga) tidak boleh meminjamkan uang kepada negara-negara kaya yang melanggar hak asasi warga mereka dan berusaha untuk mendominasi negara-negara yang lebih lemah baik secara militer maupun ekonomi," kata Ketua Komite Keuangan Senat Charles Grassley dalam pidato di Senat.

Ia merujuk pada dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Xinjiang, China. Di mana kamp-kamp penahanan untuk Muslim Uighur dibangun.

[Gambas:Video CNBC]



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading