Bulog Bakal Makin Agresif Cari Untung, Ini Buktinya

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
04 December 2019 20:10
Bulog Bakal Makin Agresif Cari Untung, Ini Buktinya Foto: Tumpukan karung beras di Gudang Beras Bulog. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog berencana memaksimalkan fungsi komersial dari 20% menjadi 50%. Artinya Bulog mempunyai peluang besar untuk melepas beras melalui penjualan tanpa harus menunggu penugasan dari pemerintah. Pada fungsi komersial, Bulog berorientasi pada keuntungan.

Sebelum itu terealisasi, Bulog sudah melakukan kerja sama dengan ritel modern pada pertengahan November lalu, disaksikan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Dari kerja sama ini, Bulog dapat mendistribusikan beras medium di ritel.

Menanggapi rencana peningkatan fungsi komersial Bulog, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan peluang kerja sama lebih lanjut bisa saja dilakukan. MoU Bulog dan Aprindo hanya sampai 31 Desember 2019.


"Bisa saja, karena Aprindo sudah ditunjuk menjadi mitra Bulog. Artinya bisa saja ada komoditi lain, selagi memang itu diperkenankan dan diizinkan," kata Roy di Jakarta, Rabu (4/12/2019).



Menurut Roy, distribusi beras medium Bulog sudah berjalan di ritel yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Terkait stigma beras Bulog buruk, Roy menganggap hal tersebut relatif.

"Semangat Dirut Bulog Budi Waseso, kita ketahui memang betul-betul agar Bulog ingin revitalisasi kembali bahwa stigma Bulog lalu itu sekarang berubah dan tentunya ini akan jauh lebih baik dan kita harus percaya," kata Roy.

Harga Beras

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa stok beras nasional aman untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, minimal sampai Maret 2020.

Hal tersebut dikemukakan Syahrul Yasin dalam konferensi pers usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Insya Allah stok nasional, khusus untuk ketersediaan beras dan ketahanan pangan tersedia cukup baik," kata Syahrul, Rabu (3/12/2019).

Syahrul mengemukakan, stok beras nasional saat ini sekitar 4.776 juta ton, yang sebagian besarnya berada di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

"Demikian juga gudang perdagangan yang ada; stok yang diperdagangkan masyarakat, dan cadangan pada kantong kehidupan masyarakat," katanya.

Syahrul tak memungkiri, kebutuhan beras menjelang akhir tahun akan meningkat cukup tajam. Namun, hal ini akan terkompensasi dengan panen yang terjadi di Desember.

"Memasuki Januari, melalui analisa kita di lapangan maka akan terjadi stok baru atau overstock kita kurang lebih 16.000 ton pada Januari. Februari akan hadir stok baru 576.000 ton," katanya.

Syahrul memperkirakan, puncak panen raya akan terjadi pada Maret 2020 mendatang. Dengan stok yang melimpah, kebutuhan masyarakat pun akan terpenuhi.

"Kalau kita lihat ketersediaan yang ada pada bulan Maret saja, ada 6.752 juta, perkiraan kebutuhan 2,4 juta lah setiap bulan. Maka terjadi overstock. Cadangan kita masih cukup kuat 6,8 juta lebih,"

"Yang ingin kami sampaikan, menghadapi Natal dan tahun baru, Insya Allah semua aman. Kami sudah antisipasi kesiapan ini dan sudah melakukan validasi,"

"[...] Ini perkiraan sampai bulan Maret, walaupun kita sangat optimis bahwa 2019 memasuki 2020 mudah-mudahan alam sudah mulai bersahabat, hujan sudah mulai di mana-mana," tegasnya.

Posisi stok beras Bulog saat ini mencapai 2,1 juta ton dari total kapasitas gudang sebanyak 3 juta ton.

Dirut Bulog Budi Waseso (Buwas) memperkirakan beras CBP yang dikelolanya hanya mencapai 250 ribu ton sebagai CBP berdasarkan pembiayaan pemerintah untuk CBP sebesar Rp2,5 Triliun. Sementara sisanya 2,75 ton akan difungsikan komersial.

"Kita akan gunakan beras dengan jualan komersial ke depan sehingga nanti tidak 50:50 bahkan, mungkin CBP hanya 20%. Itu sebabnya saya sedang perisapan untuk itu kerja sama dengan Grab Kios, Ritel, termasuk e-commerce. Kalau kita sepeti itu relatif bulog lebih aman," kata Buwas. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading