Sempat Ditolak Jokowi-Anies, 6 Tol Dalam Kota Mulai Nih

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
04 December 2019 18:19
Sempat Ditolak Jokowi-Anies, 6 Tol Dalam Kota Mulai Nih Foto: Ilustrasi Pembangunan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek 6 Tol Dalam Kota Jakarta dikerjakan secara bertahap. Saat ini, proses pengerjaan proyek tersebut terbagi dalam 3 seksi sepanjang 31,1 Km. Jumlah itu baru separuh dari total keseluruhan ruas tol yang memiliki panjang sekitar 69 Km.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit, menjelaskan memang belum semua ruas masuk dalam rencana pekerjaan.

"Yang ada di perjanjian pengusahaannya kan total semuanya. Yang dibangun oleh BUJT [Badan Usaha Jalan Tol] kan belum semuanya," ungkap Danang kepada CNBC Indonesia, Selasa (3/12/2019).


Pilihan Redaksi


    Adapun 3 seksi yang kini digarap yaitu:

    - Seksi A: Kelapa Gading-Pulo Gebang (9,3 Km)
    - Seksi B: Semanan-Grogol (9,5 Km)
    - Seksi C: Grogol-Kelapa Gading (12,4 Km)

    Danang Parikesit menjelaskan bahwa dari tiga seksi yang dikerjakan itu baru menyentuh 1-2 ruas keseluruhan. Sisanya, hingga saat ini belum masuk dalam rencana kerja.

    "Yang sekarang ada di daftar kita 31 Km itu adalah yang sekarang itu dikonstruksi. Tapi ada ruas lain yang belum, kan 6 ruas tuh [totalnya]," beber Danang.

    "Bertahap kan memang itu direncanakan pembangunannya bertahap sesuai dengan kebutuhan. Yang dibangun terlebih dahulu yang 31 Km ini, yang sisanya 30-an Km lainnya melihat situasi perkembangan," lanjutnya.

    Proyek 6 Tol Dalam Kota Jakarta ini sebelumnya sempat menuai polemik. Pemprov DKI di era Gubernur Joko Widodo (Jokowi) sempat menolaknya.

    Saat itu, Jokowi lebih mendukung pembangunan transportasi massal ketimbang 6 Tol Dalam Kota Jakarta. "Saya pro pada transportasi massal, bukan tol dalam kota," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2012), sebagaimana pernah dilaporkan detik.com.

    Tak hanya Jokowi, Anies Baswedan juga pernah mengkritik proyek tersebut. Saat masa kampanye Pilgub DKI tahun 2016, Anies yang mencalonkan diri berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno, mengaku tidak akan membangun 6 Tol Dalam Kota. Hal tersebut disampaikan di sela menjelaskan 13 langkah mengatasi kemacetan di Jakarta.

    "Mempercepat pembangunan tol lingkar luar dan tidak membangun 6 ruas tol dalam kota yang akan menambah macet di Jakarta. #TransportasiB3rsama," tulis Anies melalui akun twitter resminya, pada 24 November 2016.

    Proyek 6 Tol Dalam Kota Jakarta merupakan usulan Pemprov DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo alias Foke. Namun, meski sudah lama jadi usulan proyek tersebut tak langsung dikerjakan.

    Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sejak 25 Juli 2014. PT Jakarta Toll Road Development didapuk sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) peraih konsesi proyek ini.

    Meski sempat menolak keberadaan tol ini, Jokowi pada saat menjabat Presiden justru menjadikan 6 Tol Dalam Kota Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Keputusan ini dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

    Secara rinci, 6 Tol Dalam Kota Jakarta tercantum dalam lampiran Perpres tersebut sebagai berikut:
    -Tol Semanan-Sunter (20,2 Km)
    -Tol Sunter-Pulo Gebang (9,4 Km)
    -Tol Duri Pulo-Kampung Melayu (12,7 Km)
    -Tol Kemayoran-Kampung Melayu (9,6 Km)
    -Tol Ulujami-Tanah Abang (8,7 Km)
    -Tol Pasar Minggu-Casablanca (9,2 Km)

    Perpres tersebut pada akhirnya mengalami 2 kali perubahan. Perubahan pertama melalui Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tanggal 15 Juni 2017 dan perubahan kedua melalui Perpres Nomor 56 Tahun 2018 tanggal 20 Juli 2018.

    Kendati sudah 2 kali diubah, namun proyek 6 Tol Dalam Kota Jakarta tak dihapus dari PSN. Kini, proyek tersebut mulai dikerjakan secara bertahap. (hoi/hoi)
    Terpopuler
      spinner loading
    Features
      spinner loading