Ekonomi Australia Membaik, Tapi Apakah Bebas Risiko Resesi?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
04 December 2019 12:08
Sejumlah negara menunjukkan perbaikan erforma ekonomi. Namun, bukan berarti ancaman perlambatan ekonomi bahkan resesi sudah pergi.
Australia memang belum resesi, tetapi perlambatan ekonomi sudah terpampang nyata. Kalau ini terjadi, bagaimana dampaknya terhadap Indonesia?

Sepanjang Januari-September 2019, nilai ekspor Indonesia ke Australia adalah US$ 1,75 miliar. Dengan total ekspor yang mencapai US$ 124,17 miliar, porsi Australia hanya 1,41%.

Dari sisi investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) dari Australia sepanjang Januari-September 2019 adalah US$ 264,63 juta. Australia menjadi investor nomor 11, tidak masuk 10 besar.


Kalau melihat angka ekspor dan PMA, Australia memang insignifikan. Ekspor dan investasi negara lain punya peran yang lebih besar.

Akan tetapi, pelaku pasar tentu panik kalau Australia sampai terserang resesi. Pasalnya, Australia adalah pemegang rekor negara dengan fase pertumbuhan ekonomi terlama di dunia.

Ekonomi Australia selalu tumbuh dalam 27 tahun terakhir, tidak pernah kontraksi. Padahal 34 negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) setidaknya pernah mengalami resesi (dua kali kontraksi ekonomi dalam tahun yang sama) sejak 1991. Sebagian besar anggota OECD bahkan pernah dua kali terjerat resesi yaitu pada 2001 gara-gara dotcom bubble dan 2008 karena krisis keuangan dunia.

Jadi kalau Australia sampai resesi, maka dampaknya bakal luar biasa. Apabila negara yang begitu kuat, persisten, dan tahan seperti Australia saja bisa resesi, apa kabar negara-negara lain yang lebih rapuh?

Ini tentu akan menjadi sentimen negatif di pasar, yang membuat investor menghindari aset-aset berisiko di negara berkembang. Akibatnya, pasar keuangan Indonesia akan tertekan.

Kalau sektor keuangan bermasalah, maka tinggal menunggu waktu tekanan itu akan menular ke sektor riil. Sebab, akses pembiayaan akan semakin terbatas sehingga ekspansi sektor riil menjadi seret.

TIM RISET CNBC INDONESIA



(aji/aji)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading