Hyundai Belum Pasti Investasi, Tunggu Jokowi Terbang ke Korea

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
20 November 2019 14:35
Hyundai Belum Pasti Investasi, Tunggu Jokowi Terbang ke Korea
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepastian soal rencana Hyundai untuk berinvestasi mobil listrik di Indonesia akan diumumkan pekan depan.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Rizal Affandi Lukman saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019).

"Untuk mengembangkan di Indonesia sedang dalam proses penjajakan untuk segala suatunya. Dan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Korea akan diumumkan minggu depan," ujar Rizal.


Rizal tidak bisa memastikan berapa besaran investasi yang akan diberikan oleh Hyundai nantinya untuk berinvestasi di mobil listrik tersebut.

"Saya nggak bisa mengkonfirmasi sebesar itu atau tidak. Nanti tunggu minggu depan, pasti akan ada pengumumannya karena itu lebih baik nanti disampaikannya oleh Hyundai," jelasnya.



Rizal memastikan, bahwa Hyundai tidak akan batal berinvestasi di Indonesia. Pasalnya perusahaan tersebut sudah masuk ke dalam pipeline atau daftar antrean perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia.

"Nggak (batal), masih dalam rencana dan dalam pipeline," sebutnya.

"Hyundai nanti juga akan ketemu dengan pengusaha Korea lainnya, bertemu dengan Bapak Presiden dan saya kira di situ akan disampaikan berapa rencana komitmen mereka untuk investasi di Indonesia," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengungkapkan soal rencana Hyundai berinvestasi mobil listrik di Indonesia. Nilai investasi Hyundai diklaim Luhut mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Namun, berselang sehari, pernyataan Luhut disanggah oleh pihak Hyundai Motor Company. Seperti dikutip dari CNN Indonesia, Head of Global PR Hyundai Motor Company KS Kim mengungkapkan perusahaan terus melihat berbagai kemungkinan untuk ekspansi kehadirannya di Asia Tenggara. Saat ini, perusahaan tengah mengevaluasi kondisi kapasitas produksi secara global.

"Namun, belum ada keputusan yang dibuat sampai saat ini terkait penambahan fasilitas produksi baru di kawasan (Asia Tenggara), termasuk Indonesia," ujar Kim melalui pernyataan tertulis, Jumat (15/11).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading