Pak Jokowi, Ahok Disebut Lebih Cocok Duduk di Pertamina!

News - Gustidha Budiartie & Anisatul Umah, CNBC Indonesia
13 November 2019 13:37
Ahok diminta masuk BUMN Strategis, sejumlah pengamat menilai ia lebih cocok duduk di Pertamina ketimbang PLN atau lainnya.
Jakarta, CNBC Indonesia- Kedatangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bikin gempar. Ahok dikabarkan sedang ditawari untuk masuk dan duduk di salah satu BUMN strategis.

Ahok datang jam 9 pagi tadi dan bertemu langsung Menteri BUMN Erick Thohir. Ia mengaku diajak untuk berkontribusi di salah satu BUMN.

"Saya tidak tahu [BUMN apa]. Mungkin Desember atau November saya tidak tahu. Tanya ke pak Menteri [Menteri BUMN Erick Thohir]. Saya cuma diajak untuk masuk ke dalam salah satu BUMN," papar Ahok di Kementerian BUMN, Rabu (13/11/2019).


Saat ini, setidaknya ada dua pelat merah yang dikabarkan sedang dicari untuk mengisi kursi tertingginya, yakni PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

Seperti diketahui, PLN sampai hari ini masih dipimpin oleh pelaksana tugas sejak Sofyan Basir diringkus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 6 bulan lalu. Meskipun kini Sofyan Basir telah divonis bebas.




Kemudian yang juga tengah gencar adalah soal pergantian bos, serta komisaris Pertamina. Ini juga disampaikan oleh Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga.

Meskipun Arya menegaskan semua rencana penggantian direksi itu masih dibahas secara intens. Lagi dibahas, kamu kok buru-buru aja ini. Kan lagi dibahas," kata Arya saat dijumpai di Kementerian BUMN, Rabu (13/11/2019).

Calon bos PLN dan Pertamina memang sedang jadi sorotan. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan untuk Dirut PLN lebih baik adalah orang yang paham bisnis perusahaan tersebut. "Paham teknis dan finansial, sehingga di tengah kondisi PLN yang keuangannya sulit makin harus paham bagaimana mensiasatinya. Lebih bagus sosok yang profesional dan tak beririsan dengan politik," katanya.




Sementara, lanjutnya, dengan latar belakang keilmuan yang dimiliki Ahok sebagai sebagai lulusan geologi dinilai lebih tepat di BUMN Energi. "Dia punya bakcground energi jadi mungkin lebih baik di posisi BUMN energi," kata Mamit.

Hal serupa disampaikan oleh pengamat Fabby Tumiwa, Ahok dinilai kurang cocok di PLN. "PLN berada pada persimpangan jalan saat ini dan dari sisi bisnis perlu melakukan transformasi bisnis sehingga dapat terus tumbuh. Saya kira menteri BUMN perlu memberikan prioritas pada sosok Direksi dari internal PLN yang memahami bisnis proses PLN tetapi cukup visioner,"katanya.




Mantan Sekretaris Kementerian BUMN juga bersuara. Menurutnya Ahok memang cocok ditempatkan di BUMN yang banyak menangani penugasan dari pemerintah, seperti misalnya mengelola subsidi negara. "Bukan yang korporasi seperti perbankan, dan lain-lain itu. Sebab track recordnya di bidang korporasi juga tidak begitu menonjol."

Dengan karakternya yang kontroversial, Ahok dinilai bermanfaat untuk menghadapi pemangku kepentingan seperti DPR dan lainnya untuk tegas menjalankan program pemerintah ataupun BUMN. "Tapi dengan persyaratan, dia harus memahami betul good governance dan menjadi orang yang mampu dan bersihkan mafia-mafia."

[Gambas:Video CNBC]

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading