Pengakuan Prabowo: RI tak Bisa Kalahkan Teknologi Bangsa Lain

News - Redaksi, CNBC Indonesia
12 November 2019 06:01
Hal itu saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di ruang rapat Komisi I, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Jakarta, CNBC IndonesiaMenteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di ruang rapat Komisi I, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Dalam kesempatan itu, Prabowo buka-bukaan perihal visi dan misi Kementerian Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju selama lima tahun ke depan. Salah satu paparan Prabowo berkaitan dengan konsep pertahan.

"Terus terang pertahanan kita selama ini, secara sejarah, dan saya kira sampai sekarang berlaku, dan mungkin kita akan teruskan adalah bahwa pertahanan kita harus mendasarkan dan kita gunakan adalah Pertahanan Rakyat Semesta," katanya seperti dilansir detik.com.


Prabowo lantas mengatakan, secara teknologi, kekuatan pertahanan RI tidak bisa mengalahkan bangsa lain.


"Tetapi pertahanan kita yang berdasarkan pemikiran, konsep Pertahanan Rakyat Semesta, perang, kalau terpaksa kita terlibat dalam perang, perang yang akan kita laksanakan adalah Perang Rakyat Semesta, The Concept of The Total Peoples War," ujar Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut.

Ia menuturkan, dalam konsep Pertahanan Rakyat Semesta, rakyat merupakan salah satu komponen. Dia meyakini dengan konsep tersebut, Indonesia tidak bisa dijajah lagi oleh negara lain.

"Itu adalah doktrin Indonesia selama ini. Lahir dari sejarah kita bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut bela negara. Jadi mungkin kita bisa dihancurkan prasarana kita, tapi saya yakin, Ibu Ketua (Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid), bahwa Indonesia tidak mungkin diduduki bangsa lain karena seluruh rakyat akan menjadi komponen pertahanan negara," kata Prabowo.



Dalam rapat itu, eks calon presiden RI itu sempat ditanya perihal detail anggaran Kemenhan. Salah satunya oleh Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Effendi Simbolon. Sebab, dalam paparan sekitar 25 menit, Prabowo sama sekali tidak menyinggung komponen tersebut.

"Ini dukungan anggarannya seperti apa karena di sini ada. Tolong disampaikan. Jadi ini menjadi bahan kita, bahasan di dalam rapat kita hari ini," kata Effendi seperti dilansir CNN Indonesia.

Selain Effendi, permintaan agar anggaran Kemenhan dibahas secara terbuka juga diminta oleh Adian Napitupulu.

Menanggapi permintaan Fraksi PDIP, Prabowo mengaku heran. Sebab, hal itu dilandasi penilaian dan kesepakatan serta pengalaman menteri pertahanan sebelum-sebelumnya yang selalu memahas anggaran secara tertutup.

"Maksudnya apa? Maksudnya kan kita sudah tahu anggarannya Rp 131 sekian-sekian. Komponennya kita sudah tahu, tapi kalau memang dibutuhkan [merinci] saya siap," ujar Prabowo.

"Kalau saya merasa saya ditekan untuk terbuka, saya tidak akan lakukan. Saya bertanggung jawab kepada Presiden RI. Kami bersedia kepada saudara-saudara secara tertutup saya bersedia, tapi maaf saya tidak akan mau bicara terlalu terbuka," lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading