Negosiasi GSP RI-AS Ditargetkan Tuntas Sebelum Natal

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
08 November 2019 21:11
Negosiasi GSP RI-AS Ditargetkan Tuntas Sebelum Natal
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan akan mengirim delegasi untuk membahas fasilitas sistem tarif preferensial umum (generalized system of preferences/GSP). GSP merupakan kebijakan yang meringankan bea masuk impor barang-barang tertentu dari negara berkembang ke Negeri Paman Sam.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan pembahasan GSP menjadi prioritas. Delegasi akan berangkat pada bulan ini. 

"Berdasarkan pertemuan dengan presiden, sudah disepakati, sebelum tahun 2019 akan mendapat sesuatu dalam program GSP. Tim Amerika akan berangkat bulan ini," kata Agus di kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (8/11/2019).




Ia mengatakan Amerika memberikan respons positif dalam pembahasan ini. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross bersama delegasi menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, pada Rabu (6/11/2019).

"AS ingin cepat [difinalkan] sebelum Natal sebagai hadiah Natal. Mudah-mudahan ini lancar," kata Agus.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto seusai bertemu Mendag Wilbur Ross mengemukakan, pembicaraan antara pemerintah Indonesia dan AS terkait negosiasi GSP sudah mencapai 80%.

Pada akhir Oktober lalu, 5 produk Indonesia telah mendapatkan kembali GSP, di antaranya plywood bambu laminasi, plywood kayu tipis kurang dari 66 mm, bawang bombai kering, sirup gula, madu buatan, dan karamel dan barang rotan khusus untuk kerajinan tangan.

Meski demikian, masih ada beberapa aspek yang belum disepakati antara kedua belah pihak yakni permintaan AS untuk melonggarkan kebijakan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Pengusaha Indonesia juga baru memanfaatkan 836 produk dari 3.572 produk untuk mendapat fasilitas GSP. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading