Di Ratas Perdana Jokowi Ultimatum 4 Menterinya, Kenapa?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
30 October 2019 14:11
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas perdana dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas perdana dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Dalam rapat terbatas dengan topik Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Perekonomian, Jokowi menyampaikan pesan khusus terutama kepada empat jajaran 'pembantunya' dalam upaya meningkatkan ekspor.

Ketiga jajaran yang dimaksud yaitu Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.


"Saya sudah sampaikan baik kepada Mendag dan Wamendag, Menlu dan Wamenlu, saya sampaikan secara khusus bahwa perjanjian perdagangan harus kita lakukan secara terus menerus tanpa henti," kata Jokowi.

Di Ratas Perdana Jokowi Ultimatum 4 Menterinya, Kenapa?Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin Rapat Terbatas dengan topik Antisipasi Perkembangan Perekonomian Dunia. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)


"Kita telah menyelesaikan [perjanjian] Indonesia-Australia, dan harus diteruskan ke negara-negara lain. [...] Kemudian penyelesaian dan eksekusi lapangan harus dikerjakan yakni dengan Uni Eropa. Ini berkaitan dengan peningkatan ekspor,"

Jokowi juga meminta jajaran menterinya menyelesaikan perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang terdiri dari 10 negara di Asia Tenggara dengan enam mitra perdagangan bebas.

"Ini yang belum kita miliki perjanjian perdagangan dengan mereka saya minta agar diselesaikan. [...] Juga trade agreement dengan Afrika. Ini penting sekali. Tolong dilihat," jelasnya.

Jokowi lantas memberikan ultimatum kepada jajaran menterinya agar segera menyelesaikan seluruh perjanjian dagang tersebut. Kepala negara memberikan waktu kepada menteri hingga akhir 2020 mendatang.

"Dalam akhir tahun depan harus rampung, sehingga yang berkaitan dengan ekspor bisa kita lakukan," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Begini Gaya Jokowi Pimpin Ratas di Bawah Kapal Selam


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading