Catat! Jiwasraya, Krakatau Steel, & 4 Janji Erick-BGS-Tiko

News - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
29 October 2019 19:23
Catat! Jiwasraya, Krakatau Steel, & 4 Janji Erick-BGS-Tiko
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir bersama kedua Wakil Menterinya Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) dan Budi Gunadi Sadikin (BGS) berjanji menyelesaikan 4 fokus utama.

Pertama masalah PT Asuransi Jiwasraya (Persero), kemudian masalah utang Krakatau Steel, Kilang Cilacap Aramco, dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Kan KPI-nya [Key Performance Indicator] sudah ada. Bagaimana Jiwasraya, Krakatau Steel, Aramco, Kereta Cepat China Jakarta-Bandung. Fokus 4 ini dulu," kata Tiko saat dikonfirmasi mengenai fokus utama Kementerian BUMN.


Ia menyampaikan hal ini setelah bertemu dengan Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Menko Maritim, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Catat! Jiwasraya, Krakatau Steel, & 4 Janji Erick-BGS-TIkoFoto: Menteri BUMN Erick Thohir (CNBC Indonesia/Anisatul Umah)


Menurutnya, ada KPI tambahan yang mencapai 8 fokus lagi. Namun, fokus utama adalah pembenahan di 4 perusahaan/proyek tadi.

"Ini kan kita kelola aset Rp 8.500 triliun. Tetapi kalau manajemennya tidak ada GCG [good corporate governance] dengan ada isu-isu ini ada korupsi, kan bagaimana citra dan kepercayaan publiknya bisa tidak bagus," lanjut Tiko.

"Kalau itu tak bagus siapa yang mau berpartner dengan BUMN. Nah ini bagian kenapa kemarin teman-teman media tulis bersih-bersih," imbuh Mantan Dirut Bank Mandiri ini.

Catat! Jiwasraya, Krakatau Steel, & 4 Janji Erick-BGS-TIkoFoto: Tiko & BGS (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)


Tiko menegaskan, dirinya dengan BGS siap dicopot kapanpun juga KPI tersebut tidak berhasil dituntaskan. Hal ini sama dengan para Bos BUMN.

"Kalau saya dan Pak Wamen siap dicopot, yah Direksi juga harus siap dicopot kalau lakukan hal-hal tidak baik. Kalau selama baik, maka kita jalani sama-sama," terang Tiko.





[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading