Proyek Kilang RI-Aramco Mangkrak 5 Tahun, Erick Bisa Kebut?

News - Ansiatul Umah, CNBC Indonesia
28 October 2019 11:46
Proyek Kilang RI-Aramco Mangkrak 5 Tahun, Erick Bisa Kebut?
Jakarta, CNBC Indonesia- Menekan defisit transaksi berjalan adalah salah satu permintaan Presiden Joko Widodo ke jajaran menteri ekonominya. Salah satu caranya adalah dengan menekan impor bahan bakar minyak lewat pembangunan kilang.

Salah satu proyek kilang yang digagas sejak dulu namun tak jadi-jadi adalah pengembangan kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap.




Lobi Investasi kilang Cilacap sudah berjalan selama 5 tahun. Indonesia sendiri sebenarnya sudah melakukan pendekatan ke Saudi Aramco sejak 2014, yakni untuk berinvestasi di Kilang Cilacap bersama dengan PT Pertamina (Persero). Namun, sampai sekarang nasib investasi tersebut masih digantung.

Soal ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun buka suara. "Mengenai refinery yang Aramco-Pertamina ini kan kalau bisa segera karena kan memang kita harus menekan impor minyak," ujar Erick saat dijumpai di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (24/10/2019).



Lantas, sudah sejauh apa progres kilang ini?

Diketahui, ternyata masih sebatas tarik ulur nilai valuasi kilang. "Sampai saat ini Kilang Cilacap masih dalam proses valuasi, nantinya akan dinegosiasikan dan sebagainya. Paling lambat sebelum akhir tahun," kata VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, Jumat, (25/10/2019).

Tarik ulur soal nilai investasi Saudi Aramco, perusahaan minyak raksasa asal Arab, untuk membangun kilang Cilacap memang alot. Joint Venture Development Agreement (JVDA) antara Pertamina dengan Saudi Aramco mulanya akan berakhir di akhir Juni 2019.

Namun kesepakatan ini diperpanjang sampai akhir September 2019. Setelah diperpanjang sampai September, JDVA kembali diperpanjang lagi sampai Oktober. Fajriyah beralasan kedua belah pihak sama-sama menginginkan harga yang terbaik sehingga proses masih berjalan.



"Hasil valuasi kan masih berjalan. Jadi memang belum final," imbuhnya.

Berdasar dokumen yang didapat CNBC Indonesia beberapa waktu lalu, valuasi yang dihitung Pertamina mencapai US$ 5,66 miliar sementara Aramco hanya menilai proyek sebesar US$ 2,8 miliar atau hampir separuhnya.

Proyek Kilang RI-Aramco Mangkrak 5 Tahun, Erick Bisa Kebut?Foto: Infografis/6 proyek kilang menuju 2 juta barel sehari/Aristya Rahadian Krisabella


[Gambas:Video CNBC]

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading