Didemo 1 Juta Orang, Presiden Chile Ganti Semua Menteri!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
27 October 2019 09:09
Demonstran meminta ada perubahan sosial dan politik di negara tersebut.
Santiago, CNBC Indonesia - Presiden Chile Sebastian Pinnera mengumumkan reshuffle besar-besaran pada kabinet. Melansir dari Reuters, pengumuman itu dilakukan pada Sabtu (26/10/2019) waktu setempat atau Minggu (27/10/2019) WIB.

"Saya meminta semua menteri mundur agar bisa membentuk sebuah pemerintahan yang baru dan juga bisa memenuhi dari permintaan-permintaan baru ini," ujar Pinera.

Untuk diketahui, pada Jumat (25/10/2019) waktu setempat, lebih dari satu juta orang turun ke jalan memadati ibu kota Chile, Santiago. Para demonstran meminta ada perubahan sosial dan politik di negara itu.


Sebab, Pemerintah Chile memutuskan untuk menaikkan tarif transportasi umum khusus pada jam sibuk sebesar US$ 1,17 atau sekitar Rp 16.000. Padahal pada Januari lalu, ongkos transportasi umum setempat sudah dinaikan.

Unjuk rasa itu pun menimbulkan kericuhan. Setidaknya ada 18 orang tewas, termasuk balita berumur empat tahun. Sebagian besar korabn meninggal akibat terjebak saat menjarah toko yang kemudian dibakar.



Pinera pun menetapkan status darurat nasional dan memberlakukan jam malam sejak akhir pekan lalu di Santiago. Pemerintah Chile telah mengerahkan setidaknya 20.000 polisi dan tentara untuk meredam kerusuhan, termasuk menggunakan gas air mata dan meriam air ke arah demonstran.

Kerusuhan ini merupakan kejadian yang pertama kali terjadi, setelah pemerintah Chile menerapkan asas demokrasi pada 1990. Sebelumnya, fase kepemimpinan Chile berada dalam fase diktator berdarah selama 17 tahun. Saat itu Chile dipimpin oleh Jenderal Augusto Pinochet, dan militer mengudeta pemerintahan yang dipimpin oleh Salvador Allende pada 11 September 1973.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Mengintip Penampakan Demo 1 Juta Orang di Chile


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading