Erick Thohir Mau Jokowi Pilih Orang Berkeringat Jadi Menteri

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
17 October 2019 21:05
Erick melontarkan harapan terhadap susunan Jokowi-Ma'ruf.
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir menemui Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/10/10). Dalam kesempatan itu, Erick melontarkan harapan terhadap susunan Jokowi-Ma'ruf.

"Saya selalu bilang, siapa pun yang terpilih, saya berharap orang-orang yang berkeringat kemarin dan yang penting punya track record yang baik," kata Erick.

Kendati demikian, pendiri Mahaka Group itu tidak mengelaborasi maksud orang-orang yang 'berkeringat'. Namun, jika merujuk kepada posisi Erick, maksudnya adalah orang-orang yang berjuang memenangkan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.


Perihal kabar akan menjadi menteri dalam kabinet nanti, Erick enggan berspekulasi.

"Ya kita lihat yang dekat dulu," kata Erick ketika disinggung kesiapannya untuk menjadi menteri.

Dalam program 'Bantu Jokowi Cari Menteri' yang dilakukan detikcom, kalangan pembaca memasukkan nama Erick ke sejumlah posisi strategis. Namun, patut dicatat pada akhirnya pemilihan menteri adalah hak prerogatif presiden.

Dari hasil polling final, Erick masuk ke dalam calon Menteri Pertahanan terkuat kedua dengan perolehan 9,06%, di bawah Panglima TNI Hadi Tjahjanto (68,78%). Ia juga menjadi calon menteri perdagangan terkuat dengan perolehan 44,04% di atas Dirut Bulog Budi Waseso (25,94%).

Sementara untuk posisi menpora, Erick menjadi kandidat terkuat dengan perolehan 46,56% di atas Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (21,1%).

Tak hanya itu, Ia juga menjadi kandidat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan perolehan 8,27% di bawah Wamen ESDM Arcandra Tahar (57,04%) dan ekonom senior yang juga pendiri INDEF Faisal Basri (22,81%).



Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai pernyataan Erick merupakan respons terhadap kemungkinan oposisi bergabung ke dalam koalisi pemerintah.

"Tapi saya setuju dengan Erick bahwa orang-orang yang berkeringat harus bisa diakomodasi," kata Hendri seperti dilansir detik.com.

Kendati demikian, dia menyebut kenyamanan dalam berpolitik juga harus diakomodasi. Orang-orang berkeringat adalah masa lalu, sementara orang-orang yang akan membuat nyaman politik dan kekuasaan adalah perjalanan masa depan.

"Maka itu yang akan terjadi nantinya antara orang yang berkeringat versus orang yang bisa mendatangkan kenyamanan berpolitik," ujar Hendri.

"Kelihatannya penguasa saat ini akan memilih orang-orang yang akan membuat nyaman kekuasaan dibandingkan dengan orang-orang yang berkeringat. Terima kasih untuk orang-orang yang berkeringat, selamat datang untuk orang-orang yang akan membawa kenyamanan dalam berkuasa," katanya.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading