Prabowo Khawatirkan Oligarki Selepas Bersua Airlangga

News - Redaksi, CNBC Indonesia
15 October 2019 19:52
Hari ini, Prabowo menemui Ketua Umum Partai Golongan Karya Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta.
Jakarta, CNBC Indonesia - Safari politik Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Prabowo Subianto ke petinggi partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf masih terus berlanjut. Hari ini, Prabowo menemui Ketua Umum Partai Golongan Karya Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta.

Berbicara selepas pertemuan, Prabowo bersama Airlangga sepakat menjaga keutuhan bangsa dan negara. Menurut dia, komunikasi yang baik dengan petinggi partai diharapkan dapat mewujudkan stabilitas.

TIdak hanya itu, Prabowo juga menyinggung ihwal ancaman oligarki di Indonesia. "Kita juga harus menjaga jangan sampai akhirnya terlalu mapan sehingga bisa-bisa kita nanti jadi oligarki," ujarnya seperti dilansir CNN Indonesia.


Kendaati demikian, mantan calon presiden itu tidak menjelaskan secara spesifik terkait oligarki tersebut. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia, oligarki merupakan pemerintahan yang dijalankan oleh beberapa orang yang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu.

Secara terpisah, Airlangga menyampaikan stabilitas bangsa dan negara tidak boleh dianggap remeh oleh pemerintah. Ia tidak ingin Indonesia menjadi pecah seperti banyak negara karena ketidakstabilan.

"Kalau ada perbedaan, gesekan, hal-hal yang tidak cocok di antara banyak pihak, para pimpinan harus selalu berusaha untuk menyelesaikannya dengan sejuk," ujar Airlangga yang juga menjabat sebagai menteri perindustrian tersebut.

Sebelum menemui Airlangga, Prabowo bertemu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin atau Gus AMI. Pertemuan digelar di kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (14/10/2019) malam.

"Pertemuan semacam ini saya anggap sangat penting karena kita perlu untuk menjalin komunikasi politik yang baik di antara semua pimpinan partai politik," kata Prabowo.

Prabowo menyebut adu gagasan dan argumen bisa terjadi pada saat pertarungan (pemilihan umum presiden dan wakil presiden). Namun, setelah kontestasi selesai, diperlukan penggabungan kekuatan demi kepentingan rakyat.

"Kita harus menghindari perpecahan, apalagi yang mengarah ke fisik, harus kita hindari. Itu keyakinan saya, itu tekad saya, saya akan berjuang sekeras mungkin untuk kita selalu menghindari perpecahan. Karena itu, saya sangat bahagia saya merasa dekat dengan PKB dari dulu," lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading