Masalah Persinyalan Jadi Kendala Proyek Kereta Cepat JKT-BDG

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
01 October 2019 14:33
Masalah Persinyalan Jadi Kendala Proyek Kereta Cepat JKT-BDG
Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masih menyisakan sederet masalah yang harus segera dituntaskan sebelum operasi. Selain masalah konstruksi yang terus dikebut, proyek ini menghadapi persoalan sistem signaling atau persinyalan kereta.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini masih akan membutuhkan signaling. Menurutnya hal ini perlu dilakukan upaya pencegahan agar tidak timbul masalah ke depannya saat proyek ini beroperasi.




"Sebenarnya kita sudah siapkan, hanya permasalahannya frekuensinya itu dipakai oleh operator seluler. Sedangkan kita usulkan untuk pengguna frekuensi yang lain," ungkap Rudiantara di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (1/10/2019).

Ia mengatakan nanti pihaknya tinggal menunggu dari PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) soal masalah persinyalan ini. Artinya terkait kesiapan dari frekuensi sudah ada, tapi hanya menunggu pihak pengembang kereta cepat .

"Opsinya sudah kita berikan dengan masing-masing plus minusnya," kata Rudiantara.

Terkait teknologi persinyalan yang akan dipakai dari Tiongkok, tapi semua kewenangan ada di KCIC. "Tugas kami hanya mengalokasikan frekuensi," katanya.



Persoalan signaling hanya salah satu tantangan yang harus dituntaskan oleh pengembang kereta cepat Jakarta-Bandung. Selain masih menyisakan pembebasan lahan 1% di Kabupaten Bandung Barat, juga persoalan jaringan SUTET yang berada di perlintasan kereta cepat.

Proyek ini ditargetkan konstruksinya selesai akhir 2020, dan diharapkan bisa beroperasi pada pertengahan 2021. Namun, target operasi ini bisa berpeluang molor hingga semester II-2021. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading