Tol Makin Masif di Jawa, Apa Bahayanya Buat Urbanisasi?

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
30 September 2019 13:13
Pembangunan tol di Pulau Jawa makin masif, apa dampaknya bagi urbanisasi?
Jakarta, CNBC Indonesia - Urbanisasi selama ini dipandang menjadi beban bagi perkotaan. Namun saat ini anggapan tersebut akan hilang sebab urbanisasi tak lagi jadi persoalan karena adanya infrastruktur yang kian masif seperti jalan tol.

Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljo dalam sebuah seminar bertajuk 'Fostering Growth and Inclusion in Asia's Cities' mengatakan, urbanisasi akan menjadi potensi apabila perencanaan, finances dan regulasi disiapkan dengan baik. Pada kesempatan itu, dia memprediksi 5 tahun ke depan, Pulau Jawa akan menjadi urbanization island.

"Pulau Jawa akan menjadi urbanization island, mungkin nggak sampai 5 tahun kalau jaringan tol tersambung," kata Basuki di Jakarta, Senin (30/9/2019).




Keberadaan jalan tol akan memudahkan mobilisasi orang dari kota-kota kecil ke kota besar di Pulau Jawa dengan waktu tempuh yang lebih cepat.

"Dengan Trans Jawa bagian Utara dari Merak-Solo, kemudian Surabaya-Pasuruan itu sudah mengubah perilaku ekonomi."

"Di Malang bisa sarapan Pecel Madiun tiap Sabtu pagi. Di Surabaya, kalau mau kuliner ke solo hanya didrop dengan travel (angkutan sewa)," jelas Basuki.

Selain itu, Basuki mengatakan untuk kegiatan bongkar muat barang sekarang tidak hanya dilakukan di Tanjung Priok, sekarang banyak yang bongkar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang untuk kemudian dibawa ke Jakarta.



"5 tahun ke depan kami merencanakan Jalan Tol Semarang-Demak. Selanjutnya, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, dan Surabaya nyambung. Kemudian Cileunyi, Garut, Tasik sudah ditendem, kemudian Cilacap, Kulonprogo, Jogja, Solo sudah ditendem. Jadi utara-selatan Jawa lewat tol. Bisa dibayangkan Jawa akan menjadi urbanization island. Pasti akan mengubah perilaku kita semua," katanya.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading