Duh! Giliran Sepeda Nasional Kena Hantaman Produk China

News - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
28 September 2019 14:29
Industri nasional kembali mendapat tekanan akibat serbuan barang impor dari China.
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri nasional kembali mendapat tekanan akibat serbuan barang impor dari China. Kali ini dihadapi oleh industri sepeda dalam negeri.

Ketua Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI), Rudiyono, mengatakan derasnya impor produk China tersebut tidak terlepas dari perjanjian ASEAN-China Free Trade (ACFTA).

"Memang Taiwan ada juga di sini, tapi porsinya tidak signifikan, 90% lebih [impor] berasal dari China. Kita terkena dampak oleh produk China disebabkan banyak hal, yang kami rasakan karena ACFTA, ini membuat kami terpukul," kata Rudiyono dalam talkshow program Profit, CNBC Indonesia, Jumat (27/9/2019).


Ia sepakat bahwa perjanjian kawasan perdagangan bebas ASEAN-China tersebut memang harus dijalankan. Namun demikian, ia mengharap ada kebijakan agar pelaku usaha sepeda nasional tidak menjadi korban akibat impor tersebut.

"Sekarang industri bea masuk unit jadi dan komponen kan sama. Ini konyol, jadi kita tidak dapat insentif, untuk melakukan kegiatan nilai tambah. Hampir di atas 90% sumber unit lengkap atau bahan baku berasal dari China," ucapnya.

Dalam kondisi tersebut, pedagang akan lebih banyak memilih impor tersebut ketimbang memanfaatkan industri dalam negeri.


"Kita kan sudah investasi besar, pedagang pasti daripada memikirkan industri, investasi besar, mending dagang, bea masuk sama," tambahnya.

Ketika ditanya soal besaran bea masuk, dia mengatakan belum ideal. "B
ukan kecilnya, tetapi idealnya harga BM komponen lebih redah dari barang jadinya. Ini supaya bisa masuk ke pasar, kita membuat impor lebih menguntungkan. Minimal harusnya sama. Kita membuat dengan bahan baku dari luar, menjadi produk jadi, minimal sama supaya kompetitif."





(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading