Bappenas: Negara yang Masih Bergantung Pada Migas Menderita

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
27 September 2019 20:38
Menteri PPN Bambang Brodjonegoro ekonomi Indonesia harus berubah dari bergantung pada komoditas dan migas, ke manufaktur.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia perlu mengubah paradigma terhadap migas. Jika dahulu migas diandalkan sebagai penghasil devisa, sekarang migas perlu dijadikan sebagai faktor produksi untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur.

Bambang mengatakan Indonesia pernah sangat bergantung pada migas pada periode 1970-1980-an karena menjadi penyumbang devisa terbesar negara.

"Kita bisa melihat pertumbuhan ekonomi 7,5% per tahun ketika migas masih mendominasi ekonomi Indonesia, migas menjadi sumber pendapatan negara, mendominasi APBN. Itu sampai periode 79," katanya di Hilir Migas Expo, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2019).




"Setelah itu, kita tahu setelah tidak ada lagi perang di Timur Tengah, ekonomi Indonesia pun mengalami perubahan. Ketika migas menjadi komoditas, ternyata harganya tidak dipastikan lagi tinggi dan stabil," jelas Bambang.

Sejak itulah, Indonesia perlahan melepas ketergantungan dari migas dan mulai memasuki fase ke industri manufaktur. 

Bambang mengibaratkan Indonesia sekarang seperti Arab Saudi pada periode 1970an. Saat itu, Arab Saudi sangat menggantungkan pendapatan negaranya dari migas. Meski begitu, pada akhirnya Arab Saudi bisa tumbang lantaran harga minyak yang fluktuatif.

"Negara yang masih bergantung pada minyak dan gas ternyata hari ini menderita. Arab Saudi, ketika harga minyak drop, negara yang tidak pernah berutang, akhirnya berutang."



"Pertama kali Arab Saudi mengeluarkan obligasi. Artinya negara berlimpah migas bisa menjadi defisit karena harga fluktuatif," katanya.

Dengan paradigma migas sebagai faktor produksi, Bambang berharap Kementerian Perindustrian bisa menggenjot sektor manufaktur seperti pada era 80-90an.

"Saya ingin sektor manufaktur bangkit kembali dan input manufaktur adalah energi, salah satunya minyak dan gas. Maka, tidak heran bahwa Pak Airlangga (Menperin) menuntut harga gas yang kompetitif," kata Bambang.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading