Kerahkan Hercules, Jokowi Klaim Hujan Buatan Sukses

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 September 2019 14:27
Jokowi klaim operasi hujan buatan sukses di Riau dan Kalteng.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Jokowi mengklaim pemerintah sukses melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Kalimantan.

Pada akun media sosialnya, Jokowi menyampaikan, pemerintah sejak Rabu (18/9/2019) telah menerjunkan pesawat Hercules C-130  dan CN295 untuk menyemai garam di lintasan awan di sepanjang udara Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Padang Sidempuan.

Sementara itu, pesawat CN295 diterjunkan menebar garam di udara Kalimantan, di atas wilayah Kabupaten Katingan yakni Kota Palangkaraya, dan Kabupaten Kapuas.

"Alhamdulillah, operasi teknologi modifikasi cuaca untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan ini berhasil. Hujan turun membasahi hutan-hutan Riau dan Kalimantan yang disasar dalam operasi ini," kata Presiden Jokowi, di akun instagramnya, Minggu (22/9/2019). 



Ia menegaskan, operasi teknologi modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan buatan akan terus dilakukan lakukan di wilayah Sumatera dan Kalimatan.

"Kerja keras petugas BNPB, BPPT, BMKG, aparat TNI dan Polri, pemerintah daerah dan para relawan, tentu atas doa-doa kita semua, semoga kian mengurangi meluasnya kebakaran hutan dan lahan, serta paparan asap di atas Sumatra dan Kalimantan," ungkap Presiden. 

Kebakaran hutan dan lahan ini menyebabkan kabut asap pekat di sejumlah daerah dan mengakibatkan kualitas udara yang terus memburuk. Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Batam, Kepulauan Riau, meningkat 100% pada September 2019. Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan Agustus 2019. 

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan per 16 September 2019 pukul 16.00 WIB mencatat, setidaknya 144.219 ribu warga di Sumatera dan Kalimantan terkena ISPA.



Adapun, kota Palembang menjadi kota dengan penderita ISPA terbanyak yakni 76.236 penderita, periode Maret hingga September. Kedua diduduki oleh Provinsi Kalimantan Barat dengan jumlah penderita ISPA sebanyak 15.468 periode Juli 2019. Selanjutnya, Provinsi Riau dengan 15.346 penderita ISPA periode 1 hingga 15 September 2019.

Kemudian, disusul Provinsi Jambi dengan penderita ISPA sebanyak 15.047 pada Juli hingga Agustus 2019. Lalu, Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Banjarbaru, tercatat, setidaknya 10.364 penderita ISPA periode Juni hingga Agustus 2019.



(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading