Internasional

Perang Dagang Korsel-Jepang, Seoul Balik Lapor Ke WTO

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
11 September 2019 16:37
Perang Dagang Korsel-Jepang, Seoul Balik Lapor Ke WTO Foto: Moon Jae-in & Shinzo Abe (Kim Kyung-Hoon/Pool Photo via AP, File)
Jakarta, CNBC Indonesia- Perang dagang dua kekuatan Asia, Korea Selatan dan Jepang semakin panas. Setelah WTO memenangkan Jepang atas putusan terkait dumping Korsel, kali ini Seoul berencana menggugat balik Jepang ke organisasi perdagangan tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera, Korsel akan mengadukan Jepang terkait pengetatan kontrol ekspor. Korsel menyebut Jepang melakukan hal tersebut karena motivasi politik dan diskriminatif.

"Kami telah memutuskan untuk melaporkan standar-standar Jepang ke WTO.. untuk melindungi penggunaan perdagangan dari tujuan politik," kata Menteri Perdagangan Korsel Yoo Myung-hee sebagaimana dilansir dari Aljazeera Rabu (11/9/2019).



Yoo mengatakan perusahaan Korsel menderita kerugian serius di tengah ketidakpastian karena kontrol ketat Jepang terhadap ekspor. Sebelumnya ada tiga material kimia yang diperketat yakni polimida berfluorinasi, fotoresis dan hidrogen fluorida.

Material ini biasa digunakan dalam produksi ponsel pintar. Salah satunya dalam pembuatan barang-barang Samsung Electronics.

Di mana Jepang mewajibkan para eksportir meminta perizinan mendetail untuk mengirimkan material tersebut, bahkan hingga 90 hari. Padahal, biasanya perizinan hanya memakan waktu beberapa minggu.



Eskalasi memburuknya hubungan keduanya semakin naik saat akhir 2018. Kala itu, Mahkamah Agung Korsel memerintahkan perusahaan Jepang untuk memberi kompensasi pada pekerja paksa yang dahulu dipekerjakan di perusahaan Jepang, seperti Mitsubisi atau Nippon Steel & Sumitomo Metal.

Pada saat Perang Dunia II berlansung, perusahaan tersebut memasok bahan untuk pembuatan kapal dan pesawat terbang jepang di tahun 1944. Korsel meminta Jepang membayar hingga US$88 ribu. Namun hal ini ditolak perusahaan Jepang dan berbuntut pada penyitaan hak paten perusahaan.

Tindakan ini akhirnya membuat Jepang meradang. Jepang mengancam apa yang dilakukan Korsel bisa menganggu hubungan kedua negara yang sebelumnya sudah menandatangani perjanjian normalisasi hubungan di tahun 1965.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading