Terungkap! Rahasia Produktivitas Kerja Ala Jack Ma

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
11 September 2019 13:15
Tips hidup Jack Ma yang masih mengedepankan produktivitas
Jakarta, CNBC Indonesia - Meski memutuskan pensiun dari posisinya sebagai ketua situs e-commerce China, Alibaba, Jack Ma masih mengedepankan hidup yang produktif.

Miliarder China ini telah mengembangkan reputasi untuk berbagi saran provokatif tentang produktivitas, misalnya, dia pernah menganjurkan untuk pekan kerja 996, di mana orang-orang bekerja 12 jam sehari, enam hari seminggu.


Tetapi Ma juga menyinggung bahwa ia berencana untuk mengikuti filosofi mati di pantai, bukan di kantor dan memuji kekuatan tidur.


Pada Forum Ekonomi Dunia 2019 di Davos, Ma mengatakan kepada audiens bahwa dia memprioritaskan istirahat dan tidur ketika dia dihadapkan dengan banyak stres.


"Jika saya tidak bisa tidur nyenyak, masalahnya akan tetap ada. Jika saya tidur, saya memiliki peluang yang lebih baik untuk melawannya," kata Ma.

Dia mengulangi hal ini pada tahun 2019 ketika berbicara tentang penolakan dan kegagalan pada konferensi VivaTech di Paris. "Tentu saja, kamu tidak bahagia ketika orang mengatakan tidak. Tidur nyenyak, bangun, coba lagi," papar nya.

Ma pun memberi saran agar melacak apa yang kita ketahui tentang hubungan antara tidur dan produktivitas. Penelitian terbaru dari American Academy of Sleep Medicine (AASM) menunjukkan bahwa orang dengan kasus insomnia ringan, atau kesulitan tidur atau tertidur, mengalami kehilangan produktivitas 58% pada hari berikutnya.

Dan dalam kasus di mana orang mengorbankan tidur mereka untuk menyelesaikan lebih banyak kerjaan, mereka 19% kurang produktif pada hari berikutnya.


Penelitian lain menunjukkan bahwa kurang tidur berdampak negatif pada kinerja kognitif orang, termasuk ingatan, kreativitas, pengambilan keputusan, dan emosi. Karena semua alasan ini, tidur bisa menjadi salah satu kebiasaan kesehatan terpenting yang memengaruhi produktivitas Anda.

Tentu saja, saran Ma untuk tertidur ketika Anda stres mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, terutama untuk 30% orang dewasa yang menderita insomnia. Stres adalah penyebab umum insomnia, karena pikiran yang mengganggu dapat mempersulit orang untuk tertidur, menurut National Sleep Foundation.

Strategi seperti terapi perilaku kognitif, teknik relaksasi dan meditasi semuanya telah terbukti membantu mengobati insomnia.

Menurut guru kesehatan dan pengusaha Deepak Chopra kepada CNBC Make It mengatakan teknik perhatian seperti bernapas, melafalkan mantra dan menghitung hari Anda dapat membantu Anda tertidur bahkan ketika pikiran Anda berpacu.

Di luar kesehatan Anda sendiri, penelitian dari AASM menemukan bahwa insomnia merugikan negara 252,7 hari kerja dan $ 63,2 miliar setahun.

[Gambas:Video CNBC]



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading