Lepas Saham di Blok Migas Raksasa, Pertamina Cari Mitra

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
07 September 2019 19:14
Lepas Saham di Blok Migas Raksasa, Pertamina Cari Mitra
Jakarta, CNBC IndonesiaPT Pertamina (Persero) tengah bersiap menawarkan kepemilikan saham mereka di beberapa blok migas raksasa salah satunya adalah blok Rokan yang kini merupakan blok dengan produksi minyak terbesar kedua di Indonesia. 

Langkah pelepasan saham atau sharedown ini dipertimbangkan Pertamina untuk meningkatkan produksi di blok-blok tersebut, sekaligus mengukur kemampuan perusahaan dalam hal pendanaan.

Memang, jika melihat perkembangan produksi minyak yang terus merosot, pemerintah pun mulai siapkan antisipasi. Maklum, bagaimanapun blok Rokan adalah tulang punggung lifting nasional. 


Untuk itu, Kementerian ESDM pun menerbitkan aturan yang mewajibkan Pertamina mencari mitra agar bisa mengoptimalkan produksi blok Rokan. Kepmen yang dimaksud adalah Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 1923K/10/MEM/2018 tentang persetujuan pengelolaan dan penetapan bentuk dan ketentuan-ketentuan pokok kontrak kerja sama (production sharing contract/PSC) di Blok Rokan.


Pada poin kelima Kepmen ini, dituliskan, Pertamina wajib bekerja sama dengan mitra (badan usaha atau bentuk usaha tetap) yang memiliki kemampuan di bidang hulu minyak dan gas bumi sesuai kelaziman bisnis (business to business) sebelum alih kelola pada 8 Agustus 2021.

"Secara Kepmen, kami harus cari mitra," tutur Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu ketika dijumpai di gelaran Konvensi IPA, Kamis (5/9/2019).

Namun, Dharmawan menjelaskan, proses mencari mitra ini membutuhkan waktu cukup panjang. Ia mengaku, belum ada pembicaraan dengan perusahaan migas manapun terkait rencana pelepasan sebagian PI Blok Rokan ini. Ia mengklaim, banyak perusahaan migas yang berminat menjadi mitra Pertamina di blok tersebut.

Meski dilepas sebagian, Dharmawan menegaskan, Pertamina tetap menjadi pemegang saham mayoritas. 

"Kami mayoritas dan tetap sebagai operator," tuturnya. Selain dilepas ke perusahaan migas lain, perseroan juga wajib menyerahkan PI sebanyak 10% kepada BUMD yang menjadi lokasi Blok Rokan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, melalui kemitraan ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan produksi migasnya. 

Lebih lanjut, ia mengatakan, melalui kerja sama dengan perusahaan migas lain ini, perusahaan ingin mengembangkan teknologi yang digunakan untuk pengelolaan blok migas. Oleh karena itu, pihaknya mencari mitra yang telah memiliki dan mengimplementasikan teknologi yang dibutuhkan.

Tidak hanya itu, menurut Nicke, kemitraan ini juga dapat meningkatkan kemampuan investasi dalam mengembangkan blok migas, dan diharapkan juga membuka peluang bagi Pertamina untuk masuk ke dalam wilayah kerja para perusahaan global ini di luar negeri. 

Nicke menambahkan, dalam bisnis hulu migas, tidak ada perusahaan migas global yang tidak bermitra. Selama ini, perusahaan migas rata-rata memiliki mitra di 80% dari total blok migas yang dimilikinya. Sementara Pertamina baru bermitra untuk pengelolaan 30% blok migasnya.

"Kami akan mengundang dan membuka diri untuk partnership di blok migas kami," pungkas Nicke.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading