Profesor Leiden Ini Sebut RI Belum Perlu Pindah Ibu Kota

News - Desa Apridini, CNBC Indonesia
25 August 2019 16:39
Pindah ibu kota mendapat tanggapan dari akademisi luar negeri.
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana Presiden Jokowi memindahkan ibu kota ke Kalimantan mendapat tanggapan dari kalangan akademisi. Akademisi dari Leiden University turut angkat suara, dan salah satu yang tak setuju soal pemindahan ibu kota. Prof. David Henley dari Leiden University yang fokus pada studi kotemporer tentang Indonesia, mengatakan kebijakan pemindahan ibu kota di Indonesia belum saatnya dilakukan.

"Pemindahan Ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan belum perlu, sebab memindahkan ibu kota justru berpotensi melepaskan elite politik dari realitas sosial masyarakatnya," kata dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (25/8)




Di tempat yang sama, ekonom Didik Junaedi Rachbini termasuk sosok yang kontra menyoal ibu kota pindah. Ia mendorong agar pemerintah mengkaji ulang dan menyiapkannya secara matang.

"Pemindahan ibu kota ini program gagah-gagahan, begitu terfikir langsung diperintahkan, ini bukan bandung bondowoso, bangun ibu kota ini kan bukan seperti bangun kontrakan,kita nggak boleh mengelola negara seperti ini, ini harus dikritik, pantas dikritik," kata Didik.



Ia bilang pemerintah harus lebih sistematis menyampaikan rencana pemindahan ibu kota. Didik menilai kebijakan publik soal pemindahan ibu kota tidak dilakukan secara sistematis, sehingga ia menganggapnya masih mentah,
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading