Pak Airlangga, Jika DMO Batu Bara Dicabut Mau Ekspor Ke Mana?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
19 August 2019 11:32
Pak Airlangga, Jika DMO Batu Bara Dicabut Mau Ekspor Ke Mana?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengusulkan untuk menghapus kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) atau batu bara untuk kebutuhan dalam negeri, agar proyek gasifikasi batu bara dengan memproduksi dimethyl ether (DME) bisa dijalankan.

Ia menjelaskan, penghapusan DMO tersebut ditujukan untuk memperbaiki nilai ekonomis batu bara. Sebab, Airlangga menilai, tanpa dihapusnya DMO, industri tidak ekonomis.




Namun, jika DMO dicabut, ke mana RI harus mengekspor batu bara?

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menuturkan, kondisi pasar perdagangan batu bara global dalam beberapa tahun terakhir dalam kondisi kelebihan pasokan (oversupply), dengan permintaan yang diproyeksikan masih akan stagnan.

"Kita sendiri dari Indonesia, ekspor tahun lalu 427 juta ton, jadi kurang lebih 40% dari global trading coal market itu dari Indonesia. Sementara kalau kita lihat, realisasi produksi di 2018 dan bahkan 2019 ini bakal tinggi," tuturnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, pekan lalu.

Oleh karena itu, lanjut Hendra, pasar yang sudah oversupply kemudian dibanjiri produksi dari Indonesia yang berlebih tentu akan menekan harga lagi nih yang memang trennya cenderung turun meksipun ada sedikit kenaikan pada Juli kemarin.

Di sisi lain, memang saat ini Indonesia masih bisa mengandalkan pasar di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Vietnam, untuk ekspor, sebab kedua negara masih perlu batu bara bahkan meningkatkan porsi batu bara dalam kelistrikan mereka. 

Namun, di dalam negeri, PLN juga berperan besar dalam menyerap pasokan batu bara, dengan adanya DMO tersebut. Hendra menuturkan, pihaknya melihat serapan domestik dalam negeri juga akan meningkat dengan pemerintah dorong program kelistrikan.

"Kita liat RUPTL PLN juga sangat-sangat agresif ya untuk penggunaan batu bara dan kita lihat smelter sudah mulai dibangun, kemudian industri pengembangan ke arah hilirasi nantinya ya, sehingga kami melihat prospek dalam negeri cukup positif dan di luar negeri juga dalam beberapa dekade masih menguat meskipun isu negatif terhadap batu bara cukup kuat," pungkasnya.



[Gambas:Video CNBC] (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading