Butuh Investasi Rp 210 T, Inilah Tambang Bawah Tanah Freeport

News - Suhendra, CNBC Indonesia
17 August 2019 19:40
Inilah tambang bawah tanah terbesar di dunia.
Tembagapura, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia mengklaim tambang bawah tanah mereka yang sedang dikembangkan di Mimika, Papua, sebagai tambang bawah tanah terbesar di dunia. Total panjang lorong bawah tanah tambang ini diklaim mencapai 600 km di dalam perut Pegunungan Tengah Papua.

Tambang ini memang belum berproduksi maksimal atau belum menyamai proses produksi di tambang Grasberg open pit atau tambang terbuka yang akhir tahun ini ditargetkan mulai pensiun. Mulai 2020, 100% produksi emas, tembaga, dan perak Freeport akan mengandalkan dari tambang bawah tanah.

"Ini merupakan tambang bawah tanah terbesar di dunia," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PT FI) Tony Wenas di Tembagapura, Sabtu (17/8/2019)



Freeport memang masih terus mengembangkan tambang bawah tanah (under ground) yang meliputi tambang Grasberg BC, Deep Ore Zone, Big Gossan, Kucing Liar, DMLZ, yang menjadi sumber-sumber tembaga, emas, dan perak. Tony mengatakan Freeport akan terus berinvestasi di tambang bawang tanah hingga US$ 15 miliar (Rp 210 triliun di kurs Rp 14.000) sampai 2041, atau rata-rata sekitar US$ 1 miliar per tahun.

"Underground target produksi maksimal 2022, dengan target 200 ribu ton (bijih) per hari, posisi sekarang 120-130 ribu ton bijih per hari," katanya.

Tony memproyeksikan pendapatan Freeport bakal tergerus setidaknya untuk tahun ini dan 2020. karena produksi tambang bawah tanah belum maksimal.

"Pendapatan pasti tergerus, tahun ini dan tahun depan pendapatan kita pasti berkurang, signifikan, tapi kita masih mampu membuku keuntungan, tapi uangnya diinvestasikan untuk tambang bawah tanah, jadi kita belum bisa bagi dividen," katanya.

Secara produksi, tambang bawah tanah memang belum menyamai kapasitas produksi tambang Grasberg open pit. Namun, secara kandungan emas, tembaga, dan perak relatif sama kadar per ton dari bijih mineral yang ditambang.

"Kalau tembaga rata-rata 0,9% dari bijih per ton, emas kira-kira sekitar 0,85-1 gram per ton, hampir sama dengan open pit, rata-rata open pit segitu," katanya.

Freeport memproyeksikan tambang mereka masih bisa menghasilkan tembaga, emas, dan perak hingga 2050. Bahkan bila ada eksplorasi lanjutan, maka potensinya bisa lebih dari 2050, alias masih bisa ditambang setidaknya sampai 30 tahun lagi.



[Gambas:Video CNBC]



(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading