Terdampak Corona, Bagaimana Nasib Bisnis Freeport?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
30 April 2020 21:06
Efek Covid-19, Freeport Ajukan Penundaan Pembangunan Smelter (CNBC TV )
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan dampak dari pandemi corona (Covid-19) membuat kinerja di Kuartal I 2020 menurun dibandingkan dengan kondisi  biasa.

Pihaknya melakukan perubahan rencana pencapaian di Kuartal I, meski demikian capaian di Kuartal I bisa sedikit di atas target.

"Kita merasa puas dengan tim teknis di lapangan Direktur Operasi, Kepala teknik tambang, dan tim semua dengan situasi ini bisa mencapai apa yang ditarget perusahaan," ujar Tony dalam wawancara khusus bersama CNBC Indonesia TV, Kamis (30/4/2020).


Lebih lanjut ia mengatakan net revenue di Kuartal I US$ 410 juta, namun di Kuartal ini bisa mencapai US$ 440 juta. Ia menyebut ini adalah hasil yang baik, meskipun belum bisa mencapai level produksi normal di angka 200 ribu ton bijih per hari.

Melihat demand yang ada sekarang, kata Tony, demand dan harga sangat fluktuatif. Meski demikian saat ini pembeli masih melakukan pembelian sebagaimana sebelumnya. Soal prediksi di Kuartal II Tony mengaku tidak bisa memprediksi. Ia hanya bisa berharap agar pandemi ini segera berakhir.

"Prediksi kita nggak bisa prediksi, harapan kita masih bertahan menginat tembaga ini bahan dasar. Tembaga ini adalah bahan dasar campuran buat berbagai jenis peralatan," paparnya.

Meski sedang dalam kondisi sulit Freeport akan tetap membayarkan kewajibannya kepada karyawan. Dalam menjalankan kegiatan selama pandemi pihaknya sudah melakukan protap keamanan sesuai dengan yang dianurkan pemerintah.

Tony optimis jika kondisi sulit ini akan bisa dihadapi, Freeport saat ini masih bisa bertahan dan bisa tumbuh positif. "Selama memang apa yang dilakukan pemerintah ini bisa dilakukan bersama-sama dan dari pemerintah dengarkan dunia usaha," ungkapnya.

Gara-gara pandemi ini, Freeport juga menunda pembangunan smelter di Indonesia. Proyek smelter ini dibangun oleh 3 kontraktor yang berasal dari Jepang, Kanada, dan Finlandia. "Tiga negara ini terdampak besar covid-19, sehingga sangat terhambat proses menyelesaikan front end engineering design dan juga design lainnya," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Bos PTFI: Papua Dapat Pajak Daerah Rp8 T/Tahun dari Freeport


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading