Kembali Sentil Kinerja Pertamina, ESDM: Kami Geregetan!

News - Anastasia Arvirianty , CNBC Indonesia
16 August 2019 16:00
Kembali Sentil Kinerja Pertamina, ESDM: Kami Geregetan! Foto: Foto/Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto memberi keterangan pers tentang Penurunan Harga dan Kebijakan Formula Harga BBM Umum di Ruang Sarulla Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (10/2)./Muhammad Sabki/CNBC Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 'menyentil' kinerja PT Pertamina (Persero) yang dinilai lambat. Hal ini bahkan membuat Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Djoko Siswanto gregetan.

"Saya gregetan sama Pertamina. Minyak yang kita temukan sejak jaman belanda maksimal hanya bisa diangkat 5%. Makanya perlu EOR dong, harus segera diterapkan. Di lapangan itu lambat ambil keputusan untuk EOR," ujar Djoko saat dijumpai di Gedung Migas, Jakarta, Jumat (16/8/2019).




Memang, sampai saat ini, penerapan teknologi Enhance Oil Recovery/EOR untuk meningkatkan produksi dan lifting minyak RI belum banyak dilakukan. Pilot project-nya, baru di Lapangan Duri dan Lapangan Tanjung, milik Pertamina EP yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero).

Di Lapangan Duri, EOR-nya menggunakan teknologi injeksi uap (steamflood), yang disuntikkan dekat dengan dasar reservoir melalui sumur injeksi, kemudian, uap air naik ke permukaan reservoir. Uap mengalirkan panas ke minyak berat dingin, dan mengurangi tingkat kekentalan sehingga minyak dapat lebih mudah bergerak untuk dialirkan ke sumur-sumur produksi.

Sedangkan, di Lapangan Tanjung, Pertamina EP menggunakan EOR dengan metode polymer flooding atau menggunakan material polimer. Injeksi polimer merupakan salah satu teknik kimiawi yang digunakan dalam proses perolehan minyak atau EOR tersebut.

"Manajemen Pertamina itu lama kalau ambil keputusan, birokrasi, takut. Risiko dalam keputusan itu selalu ada, kalau takut ambil keputusan ya tidak usah kerja," pungkas Djoko.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading