Belanja Negara 2020 Capai Rp 2.528 T, Untuk Apa Saja?

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
16 August 2019 16:48
Belanja Negara 2020 Capai Rp 2.528 T, Untuk Apa Saja? Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (CNBC Indonesia/Lidya Kembaren)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2020. Adapun pos belanja negara direncanakan bisa mencapai Rp 2.528,8 triliun.

Untuk apa saja?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan angka Rp 2.528,8 triliun tersebut merupakan 14,5% dari PDB. Angka tersebut meningkat dibandingkan belanja negara tahun 2019 sebesar Rp2.341,6 triliun.


"Jumlah tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar 66,0% serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar 34,0%. Peningkatan belanja negara tersebut, akan diikuti dengan belanja yang lebih berkualitas (spending better) sebagai upaya menstimulasi perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan," kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Belanja Pemerintah Pusat direncanakan sebesar Rp 1.670,0 triliun, dengan komposisi Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) 53,0% (Rp884,6 triliun) dan Belanja Non K/L 47,0% (Rp785,4 triliun).

Pemanfaatan Belanja Pemerintah Pusat tersebut, selain akan terus diupayakan efisiensinya dan diikuti peningkatan sinergi lintas K/L, juga mendukung pemenuhan inisiatif Presiden dan Kegiatan Strategis Lainnya.

Beberapa kegiatan strategis yang akan dilaksanakan dalam tahun 2020, utamanya diarahkan untuk memberikan perlindungan yang komprehensif sesuai dengan siklus kehidupan, antara lain mencakup

(1) Melanjutkan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam rangka mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan;

(2) Penyaluran kartu sembako sebagai bentuk penyempurnaan dari bantuan sosial pangan kepada 15,6 juta KPM;

(3) Alokasi bagi 96,8 juta jiwa masyarakat miskin Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), diikuti dengan peningkatan anggaran PBI sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas ke depan;

(4) Pemberian bantuan pendidikan, dari usia dini sampai jenjang kuliah, melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta bidikmisi yang disempurnakan menjadi KIP Kuliah bagi 818 ribu mahasiswa; dan

(5) Peningkatan kualitas dan produktivitas para pencari kerja baru, maupun yang sedang bekerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja melalui kartu pra kerja bagi 2 juta orang. 





(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading