Catat! Buwas Sebut RI tak Perlu Impor Beras Hingga 2020

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
15 August 2019 20:00
Bulog memprediksi gudang beras dapat terisi tiga juta ton pada akhir tahun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bulog memprediksi gudang beras dapat terisi tiga juta ton pada akhir tahun. Dengan demikian, hingga akhir tahun, RI tak perlu lagi impor beras karena stok aman.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menegaskan bahwa saat ini saja stok beras sudah mencapai 2,5 juta ton. Angka itu merupakan persediaan yang dicatat terhimpun hingga September 2019.

"Sebenarnya kan sekarang di beberapa tempat lagi panen raya, khususnya di Sulawesi, Jawa Timur sebagian, di Lombok juga ada, nah kita akan lebih menyerap," ungkap Buwas, sapaan akrabnya, di Jakarta, Kamis (15/8/2019).


"Nah sekarang ini tanpa menyerap kita sudah pasti kelebihan, kan gitu. Amannya stok negara itu kan satu juta ton hingga 1,5 juta ton, itu amannya stok. Hari ini sudah 2,5 juta ton lebih, sangat aman dong," lanjutnya.



Kalkulasi Buwas sudah mempertimbangkan penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Buwas bilang, saat ini sudah ada kepastian penyaluran 700 ribu ton beras dilakukan Bulog.

"Maka 700 ribu ton itu akan keluar, sehingga kita bisa mengembalikan 700 ribu ton itu kita serap sampai bulan September. Jadi bisa tiga juta ton, sampai akhir tahun," tandasnya.

Dia pun menjamin pada 2019 ini tidak diperlukan impor beras untuk kebutuhan dalam negeri. Di sisi lain, dia juga memantau prediksi dari BMKG terkait peralihan musim.

"Jadi kalau itu terjadi nggak akan ada impor sampai 2020. Kalau sistemnya seperti ini saya yakin. Kita sudah buktikan, kan 2018 saya pernah menolak impor beras yang 2 juta ton. Ya kan, dan ternyata benar prediksi saya, gak perlu impor lagi, bahkan berlebih," tandasnya.


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading