Mati Listrik Massal, Anggota DPR Khawatir Nasib Mobil Listrik

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
06 August 2019 20:34
DPR khawatir insiden pemadaman listrik menunjukkan tanda infrastruktur yang perlu dievaluasi, sementara ada kebijakan mobil listrik di masa depan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Listrik di wilayah Jabodetabek, sebagian Jawa Barat, dan Jawa Tengah sudah kembali pulih dan normal setelah sempat mengalami pemadaman massal pada Minggu dan Senin (4-5 Agustus) akibat terganggunya transmisi 500 kilovolt (kv) di jalur Ungaran-Pemalang.

Tidak ada yang pernah bisa menyangka, bahwa di 2019, saat pembangkit listrik baru terus bertambah dan rasio elektrifikasi semakin membuncah, masih bisa terjadi musibah pemadaman listrik massal.




Ironisnya lagi, kejadian ini menimpa pulau Jawa dan DKI Jakarta. Kawasan yang berkali-kali ditegaskan oleh PT PLN (Persero) memiliki cadangan listrik berlimpah dan disokong dengan sistem kelistrikan yang handal. Namun tiba-tiba, pada Minggu siang hari semua kedigdayaan setrum yang pernah dijanjikan tersebut ternyata tak berarti-apa.

Hal ini pun menjadi sorotan DPR. Anggota Komisi VII DPR Kurtubi bahkan mempertanyakan kesiapan infrastruktur PLN.

"Listrik di negara kita amat sangat penting. Baru mati 15, 12 jam bahkan 30 jam, MRT contohnya, menderita, bagaimana kedepan kalau MRT ke segala arah. Lalu kalau LRT sudah ada, kendaraan listrik juga," kata Kurtubi saat dijumpai di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Ia pun menambahkan, "Jumlah pembangkit sistem Jawa-Bali yang ada sekarang 30 GW. Di Jawa minimal 150 GW untuk jadi negara industri maju, bagaiamana mau handle sebanyak itu, kalau yang 30 GW pun sistem transmisi tidak menjamin pasokan dari timur ke barat atau sebaliknya?" imbuhnya.

"Sistem transmisi Jawa itu sudah bagus, hanya infrastruktur yang kurang kuat ini menjadi kesalahan yang harus dicatat," pungkas Kurtubi.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading