Trump Mau Kenakan Tarif Impor (Lagi), Ini Jawaban China

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
02 August 2019 17:34
Trump Mau Kenakan Tarif Impor (Lagi), Ini Jawaban China
Beijing, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (1/8/2019) waktu setempat mengatakan akan mengenakan tarif 10% pada produk impor China senilai US$ 300 miliar. Bea masuk baru ini akan berlaku mulai 1 September.

Pengumuman Trump disampaikan setelah kedua negara gagal mencapai kesepakatan pada perundingan dagang akhir bulan Juli, tepatnya pada 30 Juli hingga 31 Juli di Shanghai, China.

"Pembicaraan dagang terus berlanjut, dan selama pembicaraan tersebut, AS akan mulai, pada tanggal 1 September, memberikan tambahan tarif 10% untuk sisa US$ 300 miliar barang dan produk yang berasal dari China ke negara kami. Ini belum termasuk US$ 250 miliar yang sudah dikenai tarif 25%," tulis Trump dalam serangkaian postingan di Twitter.


Seperti dilansir The Straits Times, Trump kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa ia dapat mengenakan tarif tambahan, bahkan melampaui 25% pada barang-barang China. Namun, ini tergantung pada kemajuan dalam pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping.

"Saya pikir Presiden Xi ... ingin membuat kesepakatan, tetapi terus terang, dia tidak cukup cepat," kata Trump.



Menangapi hal ini, Menteri Luar Negeri China Wang Yi membuat tanggapan resmi pertama terhadap ancaman tarif Trump.

"Mengenakan tarif impor jelas bukan cara yang konstruktif untuk menyelesaikan masalah ekonomi dan perdagangan, itu bukan cara yang benar," kata Wang kepada stasiun televisi lokal China di sela-sela KTT ASEAN di Bangkok.

Melihat situasi China-AS yang kembali memanas, Presiden Dewan Bisnis AS-China (USCBC) Craig Allen mengatakan bahwa tarif baru Trump tidak akan membantu menciptakan kesepakatan. Ia mengatakan hal itu justru akan menyebabkan lebih banyak kesulitan.

"Kami prihatin bahwa tindakan hari ini akan menjauhkan China dari meja perundingan, mengurangi harapan yang dimunculkan oleh perundingan putaran kedua yang berakhir pekan ini di Shanghai," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Membingungkan bahwa tarif tambahan diumumkan setelah mengetahui kemarin bahwa perundingan itu dianggap konstruktif," lanjut Wang.

Perundingan dagang terakhir di Shanghai merupakan perundingan pertama yang dilakukan dua negara dengan perekonomian terbesar dunia itu. Sebelumnya, kedua pemimpin negara bertemu di pertemuan G20 di Osaka, Jepang, bulan lalu. Kedua negara telah sepakat akan melanjutkan pembicaraan dagang di Washington D.C. pada awal September.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading