Kenapa Trump Masih Rileks Sikapi Peluncuran Rudal Korut?

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
01 August 2019 17:49
Langkah Korea Utara (Korut) menembakkan rudal, Rabu (31/7/2019), tidak disikapi berlebihan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Washington DC, CNBC Indonesia - Langkah Korea Utara (Korut) menembakkan rudal, Rabu (31/7/2019), tidak disikapi berlebihan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business News, Kamis (1/8/2019), Penasehat Keamanan Nasional AS John Bolton, menjelaskan sikap Trump.

"Penembakan rudal ini tidak melanggar janji yang dibuat Kim Jong Un kepada presiden tentang rudal balistik jarak antarbenua," katanya seperti dikutip Reuters.

Namun, Bolton menekankan bahwa yang perlu diperhatikan adalah kapan kedua negara akan kembali mengadakan pembicaraan mengenai denuklirisasi di semenanjung Korea.


Seperti diketahui, pada akhir Juni lalu, Trump dan Kim sepakat untuk mengadakan kembali perundingan mengenai denuklirisasi setelah bertemu di Zona Demiliterisasi Korea (DMZ).

Namun rencana ini banyak dipertanyakan setelah Korut meluncurkan uji coba dua rudal jarak pendek ke sekitar laut Jepang pada pertengahan Juli lalu. Bahkan beberapa hari lalu Korut kembali menembakkan rudal sejenis.

Kenapa Trump Masih Rileks Sikapi Peluncuran Rudal Korut?Foto: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan uji coba dua rudal balistik jarak pendek pada hari Kamis, (25/7/2019). (KCNA/via REUTERS )


Mengutip Reuters, peluncuran rudal terbaru ditujukan untuk memberi tekanan pada Korea Selatan dan AS untuk menghentikan rencana latihan militer mereka.

Profesor di Institut Teknologi Massachusetts Vipin Narang mengatakan, uji coba rudal itu adalah bagian dari pendekatan yang dilakukan Kim dari sisi diplomasi.

"Dia mengatakan akan membutuhkan lebih dari sekadar foto untuk membuat segalanya bergerak," katanya.

Dia juga mengatakan uji coba itu merupakan pengingat bahwa apabila AS dan sekutu gagal meraih kesepakatan, maka Korut akan terus meningkatkan kapasitas persenjataan nuklir.

Sementara itu, awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengaku berharap pembicaraan akan segera dimulai, dan jika memungkinkan diadakan di sela-sela forum keamanan Asia Tenggara di Bangkok minggu ini. Namun, Bolton mengatakan tidak ada tanggapan dari Korut hingga saat ini.

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading