Catat! Sederet Janji Boris Johnson Usai Resmi Jadi PM Inggris

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
24 July 2019 13:01
Catat! Sederet Janji Boris Johnson Usai Resmi Jadi PM Inggris
London, CNBC Indonesia - Boris Johnson, mantan menteri luar negeri Inggris, telah resmi menjadi perdana menteri pada Selasa (23/7/2019) waktu setempat. Ia menggantikan Theresa May. Kemenangan itu juga berarti Johnson sah menjadi pimpinan para Tory (sebutan bagi anggota Partai Konservatif).

Mantan Wali Kota London itu meraih 92.153 suara berbanding 46.656 suara yang mendukung pesaing Johnson, yaitu Jeremy Hunt. Tingkat partisipasi dalam pemungutan suara adalah 87,4% dari 159.320 anggota partai.

Pada saat menjadi calon perdana menteri, layaknya kandidat pada umumnya, Johnson pun menebar janji-janji untuk menarik dukungan. Salah satu janji adalah memberi keringanan pajak untuk 3 juta warga Inggris.

Jika terealisasi, langkah ini akan mengakibatkan kehilangan pendapatan sekitar 9,6 miliar poundsterling setahun dan akan dibayar dengan menarik dana dari kas senilai 26,6 miliar pounsterling yang disisihkan untuk menyambut Brexit tanpa kesepakatan (no-deal).

Ia juga berjanji akan mewujudkan Brexit baik dengan atau tanpa kesepakatan pada tanggal 31 Oktober. Tanggal 31 Oktober merupakan batas waktu maksimal Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Dengan demikian, ia bisa mengalihkan fokus untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul selama tiga tahun belakangan, sejak Brexit digagas pada 2016. Mengutip The Sun, Johnson bahkan membeberkan visi secara jelas mengenai Inggris pasca-Brexit pada saat pencalonan.




Dari sisi ekonomi, dia juga berjanji untuk menghapuskan langkah-langkah penghematan. Akan tetapi, Johnson juga telah menjanjikan begitu banyak langkah yang bisa menambah pengeluaran.

Janjinya ini terutama berfokus pada sektor infrastruktur. Ia juga mengatakan akan meminjam uang untuk mendanai berbagai proyek, termasuk membuat koneksi broadband di daerah pedesaan dan mengembangkan Northern Powerhouse Rail (NPR).

NPR merupakan program kereta api strategis utama yang dirancang untuk mengembangkan konektivitas antara pusat-pusat ekonomi utama wilayah Utara Inggris. Dia juga berjanji untuk mengakhiri tindakan persekusi yang tidak adil terhadap veteran Irlandia Utara yang bertugas selama konflik terjadi.

Lebih lanjut, Johnson berjanji akan memangkas Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan membuat lebih sedikit orang membayar Asuransi Nasional untuk membantu pekerja bergaji rendah. Namun, langkah ini akan menjadi berkah Brexit yang bisa meningkatkan upah bagi jutaan keluarga yang mengalami kesulitan.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading