Benarkah PT Pos Berutang ke Bank untuk Bayar Gaji Karyawan?

News - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
22 July 2019 13:51
Benarkah PT Pos Berutang ke Bank untuk Bayar Gaji Karyawan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Setijono telah membantah kabar di media sosial yang menyebut BUMN itu akan bangkrut. "Pemberitaan yang tidak benar," via pesan singkat kepada CNBC Indonesia, Senin (22/7/2019).

Ia lantas mengirimkan pernyataan pers resmi PT Pos Indonesia terkait kondisi terkini perseroan. Salah satu fakta yang terungkap adalah perusahaan memang berutang dalam menjalankan roda operasional.

"Krediturnya bank pemerintah dan bank asing terkemuka di dunia," tulis poin keenam dalam rilis PT Pos Indonesia.

Dilansir detik.com, Direktur Keuangan PT Pos Indonesia Eddi Santoso membantah apabila BUMN itu berutang ke bank untuk membayar gaji karyawan.


"Kalau pinjam uang buat bayar gaji, nggak akan ada yang kasih pinjam. Pinjaman itu untuk modal kerja. Hal yang sangat wajar dalam bisnis," ujar Eddi, Senin (22/7/2019).

Menurut dia, membayar gaji karyawan termasuk ke dalam biaya operasional. Hal itu tak serta merta berarti meminjam uang untuk membayar gaji karyawan.



Sebelumnya, SVP Kerja Sama Strategis dan Kelembagaan PT Pos Indonesia Pupung Purnama membantah kabar kebangkrutan PT Pos Indonesia. Namun, dia mengakui adanya pinjaman ke bank yang notabene digunakan untuk membayar gaji karyawan.

"Ya kalau bangkrut sih nggaklah. Mudah-mudahan nggak," kata Pupung.

"Benar kita meminjam uang ke bank, itu benar adanya ya, ya memang ada (pinjaman uang untuk bayar gaji karyawan)," imbuhnya dilansir detikcom.

Alasannya, menurut dia, adalah memang situasi perseroan sedang sulit. Hal itu memaksa mereka untuk meminjam uang. Sejak 2018, PT Pos Indonesia memang sedang berjuang. Lini bisnis utamanya tak lagi menghasilkan keuntungan besar karena tergerus teknologi.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading