Semen China Datang, Harga Semen Merek Lokal Nyungsep

News - Muhammad Sabki, CNBC Indonesia
15 July 2019 11:37
Semen China Datang, Harga Semen Merek Lokal Nyungsep
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga produk semen dari prinsipal China di pasar domestik memang jauh lebih murah dari produk semen merek lokal yang sudah lama beredar di pasaran macam Tiga Roda, Gresik dan lainnya.

Bagi pedagang, semen China memang murah, tapi tak menjadi pilihan utama bagi pedagang untuk menjualnya. Namun, positifnya, bagi pedagang, semenjak semen China beredar harga semen merek lokal berangsur-angsur turun.

Budi, pemilik Toko Bangunan Trubus 2 di kawasan Jalan Hankam, Jawarna bercerita kepada CNBC Indonesia, sebagai pedagang semen di tingkat ritel, ia memantau pergerakan harga semen di dalam negeri.




Ia menyimpulkan ada penurunan harga semen yang signifikan dari para merek semen merek lokal. Ia mencermati ini terjadi setelah beredarnya semen-semen murah dari produsen semen prinsipal China yang sudah punya produksi di dalam negeri macam CONCH, Garuda, hingga HIPPO, dan lainnya. 

"Yang kita bingung dua tahun lalu harga semen sampai Rp70 ribu per sak yang 50 kg, sekarang harganya hanya Rp50 ribu. Kenapa sampai turun jauh, karena alasan rugi, kenapa rugi tapi produksi terus, kenapa rugi mereka ekspansi pabrik?" tanya Budi kepada CNBC Indonesia.

Penesuluran CNBC Indonesia memang pada periode 2017, harga semen merek lokal dalam rentang Rp68.000-70.000 per sak untuk ukuran 50 Kg.

"Mengapa dibilang rugi, tapi pas semen China masuk harga bisa lebih murah," katanya.

Jauh sebelum penurunan harga itu, pemerintah memang sempat melakukan intervensi harga agar harga semen buatan BUMN bisa turun. Pada awal 2015, Presiden Jokowi mengumumkan penurunan harga semen produksi BUMN antara lain PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, dan lainnya.

"Semen yang diproduksi BUMN, kita turun Rp 3.000 per sak," kata Jokowi, Januari 2015 lalu.

"Harga-harga, Semen Indonesia Group karena biaya produksi turun mereka turunkan harga ke masyarakat," kata Sofyan Djalil usai Presiden Jokowi mengumumkan penurunan harga BBM, elpiji 12 kg, dan semen di Istana Negara, Jumat (16/1/2015).

Industri semen memang unik dan strategis, industri ini sempat dianggap bergelimang bisnis kartel, tapi pada akhirnya di Agustus 2010, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan dugaan kartel tak terbukti. Namun, perlu dicatat semenjak itu, ada liberalisasi industri semen terutama dari pemain asing termasuk China dan Thailand. 

Di pasaran, produk semen merek China ini harganya sangat bersaing, bahkan pemasaran mereka cukup agresif sampai di lapak online. CNBC Indonesia, mencoba berselancar di beberapa toko online, hasilnya cukup mengejutkan.

Semen Hippo misalnya, untuk ukuran 50 Kg hanya dijual Rp47 ribu, dan ukuran 40 kh hanya Rp37 ribuan. Semen Garuda dibanderol dengan harga Rp44.800 untuk ukuran 50 kg, sedangkan 40 kg hanya Rp35.900.

Bahkan semen Conch ukuran 40 Kg di toko Bukalapak ada yang dijual hanya Rp34.300 per sak, dan ukuran 50 Kg dipatok Rp42.900 per sak oleh pelapak di Jakarta, harga ini memang belum termasuk ongkos turun barang tapi relatif sangat murah.

Di pelapak yang sama, harga semen lokal macam Tiga Roda ukuran 40 Kg dijual sampai Rp39.800 per sak, bahkan di penjual lainnya yang sama-sama area Jakarta, menjual sampai Rp48 ribu per sak padahal pabriknya dekat dengan Jakarta. Ukuran 50 kg, harganya dijual ada yang sampai Rp54.400 per sak.

Semen Gresik salah satu pemain lokal, juga menjual cukup mahal, ukuran 40 kg dijual Rp 40.400 per sak, dan ukuran 50 kg dibanderol Rp50.500 per sak. (hoi/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading