Sederet Janji Jokowi di Periode II, Realistis atau Normatif?

News - Redaksi, CNBC Indonesia
15 July 2019 06:25
Sederet Janji Jokowi di Periode II, Realistis atau Normatif?
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menyampaikan pidato visi pembangunan Indonesia. Dalam visi tersebut, Jokowi tak henti-hentinya mengajak seluruh lapisan untuk tetap optimistis.

Setidaknya ada lima poin utama yang akan dilakukan Jokowi di tengah fenomena global yang terus berubah dan dinamis.

"Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis. Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita," kata Jokowi membuka pidatonya, Minggu Malam (14/7/2019).


Sederet Janji Jokowi di Periode II, Realistis?Foto: foto/ visi jokowi - ma'ruf amin RI 2019 (foto: Ist Youtube)


Berikut sederet janji Jokowi yang dirangkum CNBC Indonesia :

Kelola Pemerintahan, Siap Tinggalkan Cara Lama

Jokowi menyadari, harus ada cara baru dalam memecahkan permasalahan dan mencari solusi. Jokowi bahkan melihat inefisiensi, untuk itu cara lama akan ditinggalkan.

"Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau," kata Jokowi.

"Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien."

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

Fokus Infrastruktur: Konektivitas

Jokowi dalam poin pertama visi pembangunannya, berjanji akan melanjutkan proyek infrastruktur. Namun, Jokowi lebih menekankan pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas antara kawasan industri dengan kawasan ekonomi khusus.

"Pertama, Pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan. Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat," kata Jokowi.

"Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan."

Jaminan Kesehatan : Dari Ibu Hamil sampai Anak Sekolah

Poin kedua Jokowi setelah infrastruktur adalah pembangunan SDM. Fokus tersebut, dimulai dengan memberikan jaminan kesehatan.

"Kedua, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan," tegas Jokowi.

"Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ."

Jaminan Pendidikan

Setelah kesehatan, Jokowi berjanji untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bahkan Jokowi siap membentuk Lembaga Manajemen Talenta Indonesia.

"Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia," kata Jokowi.

"Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global," imbuhnya.

Membuka Lapangan Pekerjaan, Undang Investasi, Pangkas Birokrasi

Lagi, dan lagi. Jokowi mengeluhkan birokrasi yang njelimet, berbelit. Jokowi berjanji tak ada lagi hambatan dalam investasi, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan melalui investasi yang masuk.

"Ketiga, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya," tegas Jokowi.

"Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan."

Tutup Lembaga Mubadzir, dan Terjun Langsung

"Keempat, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!" tutur Jokowi.

Jokowi menginginkan adanya perubahan birokrasi dengan memberikan pelayanan yang cepat, dan pemberian izin yang tak bertele-tele. Kunci reformasi birokrasi tersebut akan dipantau Jokowi dengan turun langsung ke bawah.

"Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!"

"Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Harus berubah. Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, Indonesia yang produktif, dan Indonesia yang inovatif, Indonesia yang kompetitif.

APBN Tepat Sasaran

Jokowi berjanji semua visi pembangunan tersebut akan didukung APBN yang transparan. Jokowi juga berjanji seluruh dana dari APBN akan dimanfaatkan bagi masyarakat.

"Kelima, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat."


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading