Pemimpin Eksekutif Hong Kong: RUU Ekstradisi Telah 'Mati'

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
09 July 2019 13:03
Pemimpin Eksekutif Hong Kong: RUU Ekstradisi Telah 'Mati'
Hong Kong, CNBC Indonesia - Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang ekstradisi yang telah memicu demo besar-besaran di Hong Kong telah 'mati'.

Ia juga mengatakan tidak ada rencana untuk memulai kembali pembahasan rancangan beleid itu dan menyebut upaya untuk mengubah RUU merupakan suatu "kegagalan total".

Pernyataan itu disampaikan Lam setelah Hong Kong dilanda demo besar-besaran. Ini setelah pemerintah mencetuskan rencana untuk memberlakukan RUU yang akan memungkinkan ekstradisi pelaku kriminal di Hong Kong ke China beberapa pekan lalu.

"Saya segera menghentikan pemberlakuan amandemen (RUU), tetapi masih ada keraguan tentang ketulusan pemerintah, atau kekhawatiran apakah pemerintah akan memulai kembali prosesnya di dewan legislatif, jadi saya tegaskan di sini: Tidak ada rencana, RUU itu sudah mati," ujar Liem Selasa (9/7/2019).
Foto: keamanan pasca demo kerusuhan di Hong Kong ( REUTERS/Jorge Silva)

Menurut dia, apa yang dikatakan hari ini, tidak terlalu berbeda dengan apa yang pernah dikatakan sebelumnya.

"Tapi mungkin rakyat perlu mendengar kepastian (dari saya)," kata Lam, menurut terjemahan dari bahasa Kanton, yang dikutip CNBC International.


"Oleh karena itu, semua orang tidak perlu khawatir apakah akan ada taktik bahwa pembahasan RUU akan dilanjutkan dalam jangka waktu dekat dengan Dewan Legislatif," lanjutnya.

Sebelumnya, Lam mengatakan RUU tentang ekstradisi telah ditangguhkan setelah ratusan ribu orang menentang dalam demo besar-besaran yang berlangsung selama beberapa pekan. Tetapi, para pendemo terus melakukan unjuk rasa, meminta agar RUU tersebut ditarik sepenuhnya.

Dalam kesempatan itu, Lam juga mengatakan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi di Hong Kong. Ia juga meminta agar warga Kong Kong untuk beritandak damai dan tertib dalam menyampaikan pendapat jika terjadi ketidaksepakatan pendapat dengan pemerintah ke depannya.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading