Ogah Turunkan Bunga, Gubernur Bank Sentral Dipecat Erdogan

News - Wangi Sinintya, CNBC Indonesia
07 July 2019 08:50
Ogah Turunkan Bunga, Gubernur Bank Sentral Dipecat Erdogan
Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden Turki Tayyip Erdogan memecat gubernur bank sentral pada Sabtu (6/7/2019), karena perbedaan di antara mereka semakin kuat  mengenai waktu penurungan suku bunga di tengah resesi ekonomi.

Gubernur Murat Cetinkaya, yang masa jabatan empat tahunnya akan berlangsung hingga 2020, akan digantikan oleh wakilnya Murat Uysal, sebuah surat keputusan presiden yang diterbitkan pada awal Sabtu dalam surat kabar resmi.

Tidak ada alasan resmi yang diberikan atas pemecatan itu, tetapi sumber-sumber pemerintah menyatakan Erdogan frustasi bahwa bank telah mempertahankan suku bunga acuannya pada 24% sejak September lalu untuk mendukung mata uang lira yang jatuh.



Ekonomi Turki menyusut tajam di kuartal kedua berturut-turut pada awal 2019 karena krisis mata uang, inflasi dua digit yang terus-menerus dan suku bunga yang tinggi berdampak pada output keseluruhan.

Erdogan ingin tingkat bunga yang lebih rendah untuk memulai ekonomi.

"Presiden Erdogan tidak begitu senang dengan suku bunga, dan dia menyatakan ketidakpuasannya di setiap kesempatan. Keputusan bank pada Juni untuk mempertahankan suku bunga konstan menambah masalah bagi Cetinkaya," kata seorang pejabat senior pemerintah seperti dikutip dari Reuters, Minggu (07/07/2019).

"Erdogan tetap bertekad untuk meningkatkan ekonomi, dan untuk itu ia membuat keputusan untuk memecat Cetinkaya," tambah pejabat itu.

Menurut analis, bank sentral mungkin mulai melonggarkan kebijakan moneternya pada pertemuan 25 Juli mendatang.

Namun, pemecatan Cetinkaya dilakukan beberapa hari sebelum Turki diperkirakan akan menerima pengiriman sistem pertahanan udara Rusia, memicu kemungkinan sanksi AS yang dapat menempatkan lira di bawah tekanan baru.

Dua sumber pemerintah lainnya mengatakan, ketidaksepakatan antara pemerintah dan gubernur mengenai kebijakan moneter telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Cetinkaya menaikkan suku bunga acuan dengan total 11,25% tahun lalu untuk mendukung Lira, sehingga mendorongnya ke 24%.

Erdogan, yang menantunya adalah menteri keuangan dan perbendaharaan, berulang kali mengkritik bank sentral karena mempertahankan suku bunga tinggi.

"Presiden dan menteri keuangan menuntut pengunduran dirinya, tetapi Cetinkaya mengingatkan mereka tentang independensi bank dan menolak untuk mengundurkan diri," kata salah satu sumber pemerintah.


Dalam sebuah pernyataan, bank sentral mengatakan akan terus beroperasi secara independen dan bahwa tujuan utama gubernur baru adalah akan menjaga stabilitas harga.

"Dalam sambutan pertamanya, Murat Uysal, mengatakan saluran komunikasi akan digunakan pada tingkat tertinggi, sejalan dengan harga dan tujuan stabilitas keuangan," kata bank, menambahkan bahwa Uysal akan mengadakan konferensi pers dalam beberapa hari mendatang. (dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading