Bank Sentral Turki Tahan Suku Bunga Acuan di Level 19%

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
17 June 2021 20:30
FILE PHOTO: FILE PHOTO: Turkish Lira banknotes are seen in this October 10, 2017 picture illustration. REUTERS/Murad Sezer/File Photo/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Sentral Turki mempertahankan suku bunga acuan di level 19%. Keputusan ini dianggap mampu untuk menurunkan inflasi yang saat ini berada pada level cukup tinggi, yaitu 16,6%.

"Dengan mempertimbangkan tingginya tingkat inflasi dan ekspektasi inflasi, sikap kebijakan moneter ketat saat ini akan dipertahankan dengan tegas sampai penurunan signifikan dalam jalur perkiraan tercapai," kata bank tersebut sebagaimana dikutip AFP, Kamis (17/6/2021).


Keputusan Bank Sentral cukup sejalan dengan keinginan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang lebih menginginkan bank sentral menganut kebijakan moneter yang dovish agar turut membantu pemulihan ekonomi akibat krisis pandemi. Tahun 2020 ekonomi Turki tumbuh 1,8% dan 2021 IMF memprediksi ekonomi tumbuh 5,8%.

Sebelumnya Erdogan memecat Naci Agbal dari Gubernur Bank Sentral yang dianggap hawkish. Sehingga yang terjadi suku bunga acuan tinggi dan biaya pinjaman menjadi beban berat buat masyarakat. Walaupun di sisi lain mata uang Lira jadi perkasa.

Apa yang terjadi di Turki memang berbeda dengan kebanyakan negara lainnya. Independensi bank sentral dipertanyakan karena pemerintah di bawah Erdogan terlalu mendominasi. Dalam penanganan ekonomi ketika pandemi, Turki juga memiliki gaya berbeda.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading