Rapor 5 Tahun Kabinet Jokowi

Indonesia Sudah Terlena, Wajar Ekonomi Lemas bin Loyo

News - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
04 July 2019 19:25
Jakarta, CNBC Indonesia - Harus diakui bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih lemah. Sederet daftar Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) yang diluncurkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2014-2019 terbukti belum ampuh mengangkat kinerja perekonomian Tanah Air.

Salah satu buktinya adalah kinerja ekspor produk-produk 'karya anak bangsa' yang agak mengecewakan. Tengok saja angka pertumbuhan ekspor sepanjang 2014-2018 yang lebih banyak berada di bawah tekanan.

Selama tiga tahun berturut-turut (2014-2016) angka pertumbuhan ekspor Indonesia selalu negatif. Artinya terjadi penurunan nilai ekspor dari tahun-ke tahun.




Memang ada faktor eksternal yang turut menekan kinerja ekspor Indonesia, dan juga negara-negara ASEAN lain, yaitu perlambatan ekonomi global. Pasca krisis keuangan global yang terjadi pada tahun 2008, ekonomi global memang masih berada dalam tekanan.

Bayangkan saja, di tahun 2010, pertumbuhan ekonomi dunia masih bisa sebesar 4,28%, berdasarkan data dari Bank Dunia (World Bank/WB). Selanjutnya ekonomi global terus berada dalam tren penurunan, hingga di tahun 2018 hanya tumbuh 3,05%.

Tentu saja perlambatan ekonomi global membuat aliran perdagangan internasional terhambat. Tidak terkecuali bagi Indonesia.

Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Indonesia boleh dibilang paling rapuh menghadapi gejolak eksternal. Pasalnya angka pertumbuhan ekspor RI kerap menjadi yang paling rendah ketimbang Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Kenapa bisa begitu?

BERLANJUT KE HALAMAN 2>>> (taa/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading