2.100 MW Pembangkit Bakal Beroperasi Tahun Ini

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
03 July 2019 19:55
2.100 MW Pembangkit Bakal Beroperasi Tahun Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 6 pembangkit listrik yang merupakan bagian dari proyek 35.000 MW akan selesai di tahun ini. Total kapasitas dari 6 pembangkit yang akan Commercial Operation Date (COD) ini mencapai 2.100 megawatt (MW).

Rinciannya, 5 pembangkit berasal dari Independent Power Producer (IPP), dan satu berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PT PLN).




Berdasarkan data ESDM, jika dijabarkan, pembangkit yang akan COD pada 2019 ini, ada 3 dari 6 (pembangkit) masih didominasi oleh PLTU, yaitu PLTU Kalsel, PLTU Jawa-7, dan PLTU Jawa-8. Secara keseluruhan, kapasitas pembangkit yang akan COD tahun ini sebesar 2.161,5 MW.

Terkait progress proyek kelistrikan 35.000 MW, Rida juga memaparkan, dari data per tanggal 15 Juni 2019, kapasitas pembangkit yang sudah COD sudah mencapai 3.617 MW yang berasal dari 119 unit pembangkit.

Di samping itu, 117 unit pembangkit dengan total kapasitas 20.120 MW saat ini dalam tahap konstruksi, sedangkan yang sudah kontrak belum konstruksi sebesar 9.515 MW.

Selain itu, dari program 35.000 MW, PLN akan membangun sebanyak 167 unit pembangkit dengan kapasitas 8.800 MW, sedangkan IPP akan membangun 193 unit pembangkit berkapasitas 26.600 MW.

Pembangkit IPP tercatat, sudah tidak ada lagi yang berada pada fase perencanaan dan pengadaan. Sebanyak 36% dari 26.600 MW sudah masuk tahap kontrak belum konstruksi, 59% atau 15.738 MW sedang dalam tahap konstruksi, dan sisanya sudah COD.

Sedangkan untuk pembangkit PLN, dari 8.800 MW, 8% (734 MW) masih tahap perencanaan, 17% (1.453 MW) tahap pengadaan, 50% (4.382 MW) tahap konstruksi, dan 25% (2.239 MW) sudah COD.

Adapun, sebelumnya, Penyelesaian proyek 35.000 megawatt (MW) diperkirakan mundur hingga 2028 karena mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi listrik Indonesia.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan, pertumbuhan konsumsi listrik tidak setinggi proyeksi awal. Sehingga, hal tersebut berdampak pada penyelesaian beberapa pembangkit yang harus diundur.

"Ada pergeseran dan sebagian COD (commercial operation date) 35.000 MW itu bisa di 2028. Disesuaikan dengan pertumbuhan sistem setempat," tuturnya saat dijumpai di kantornya, Selasa (3/7/2019).

Meskipun begitu, Jisman menilai hal tersebut bukan berarti proyek 35.000 MW bermasalah. Pasalnya, total proyek yang telah menyelesaikan perjanjian jual beli tenaga listrik (power purchase agreement/PPA) sudah mencapai 33.251 MW atau 93,83%. Hanya tersisa 2.187 MW yang belum meneken PPA.

"Tinggal sedikit yang belum PPA. Dari situ kelihatan 35 GW ini tidak ada permasalahan. Hanya COD-nya saja yang disesuaikan," pungkasnya.  (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading