Di Jepang, Sri Mulyani Pamer Investasi Baru RI Rp 289 Triliun

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
28 June 2019 11:22
Di Jepang, Sri Mulyani Pamer Investasi Baru RI Rp 289 Triliun
Osaka, CNBC Indonesia - Pemerintah Republik Indonesia memamerkan berbagai kemudahan perizinan maupun insentif kepada puluhan investor untuk menarik arus investasi masuk ke berbagai wilayah Indonesia.

'Rayuan' kepada para investor tersebut dilancarkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) saat menggelar Indonesia Round Table Business Meeting yanh dilaksanakan di Wisteria Room, B1F The New Otani, Osaka, Jepang.

"Kemudahan investasi Indonesia pasti lebih baik di masa lalu," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seperti dikutip melalui laman Sekretariat Kabinet, Jumat (28/6/2019).





Pertemuan ini dihadiri oleh puluhan pengusaha kelas kakap asal Negeri Sakura, antara lain Japan External Trade Organization, Daihatsu Motor, Honda Motor, Marubeni Coorporation, Mitsubishi UFJ Financial Group, Mitsui dan Nippon Steel, Sumitomo Corporation, dan Toyota Tsuho Corporation.

Luhut, yang mewakili Jokowi dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih cukup positif karena dalam 5 tahun terakhir mampu mempertahankan angka rata-rata 5%.


Jokowi, kata Luhut, benar-benar menjamin kepastian hukum bagi investor, dan tak akan ragu mengeluarkan kebijakan yang selama ini dianggap sulit bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut, pemerintah memang mendengar secara langsung keluhan apa yang kerap dialami investor, serta meminta pandangan bagaimana iklim investasi di Indonesia.

Di Jepang, Sri Mulyani Pamer Investasi Baru RI Rp 289 TriliunFoto: Muhammad Sabki


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga hadir dalam pertemuan itu pun menjabarkan bagaimana upaya pemerintah untuk terus menjaga
iklim investasi di Indonesia.

"Dalam memperbaiki iklim investasi kami terus memperbaiki kebijakan. Saat ini Presiden Jokowi terus meminta diperbaiki iklim investasi," kata Sri Mulyani.


Di bidang perpajakan, berbagai insentif fiskal telah direlaksasi agae para investor tidak terlalu diberatkan dari sisi kewajiban pajak. Salah satunya, adalah tax holiday.

"Fasilitas pertama yakni tax holiday untuk investasi baru terhadap 18 jenis sektor usaha, apakah itu petrokimia maupun elektronik," jelasnya.

"Proses yang diberikan untuk tax holiday dan allowance akan sangat mudah jika sudah masuk dalam kategori tersebut. Saat ini sudah ada 289 triliun investasi baru," ujarnya.



Tax holiday, kata Sri Mulyani, hanyalah satu dari berbagai macam insentif kemudahan yang diberikan pemerintah. Para investor, juga bisa menanamkan modalnya di kawasan berikat.


Bagi investor yang berinvestasi di kawasan tersebut akan mendapatkan berbagai macam insentif perpajakan. Hal ini diharapkan dapat menarik investor berinvestasi.


"Kami juga tentu melihat banyak perusahaan masuk di bidang finansial atau financial inclusion," kata Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading