Ini 3 Fokus Jokowi untuk Program Vokasi

News - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
24 June 2019 14:07
Ini 3 Fokus Jokowi untuk Program Vokasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengadakan rapat untuk membahas persiapan rencana implementasi pendidikan vokasi di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (24/6/2019). Rapat itu merupakan bagian dari pembahasan terbitnya aturan super tax deduction atau pemotongan pajak di atas 100% untuk menopang program vokasi.

Rapat turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Ketenaga kerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir.

Hanif menyebutkan hasil rapat yang sudah berlangsung untuk rencana implementasi vokasi, yakni mendiskusikan keterlibatan kementerian-kementerian, program spesifik vokasi yang unggul untuk mempercepat jumlah pekerja dengan kemampuannya, serta bagaimana mengatasi hambatan-hambatan yang ada seperti misalnya soal kurikulum, pelibatan industri, atau guru.


Secara spesifik, nantinya program vokasi akan fokus pada tiga hal, yakni investasi sumber daya manusia yang disesuaikan dengan industri, Investasi tersebut harus dilakukan dengan jumlah yang besar, dan prioritas sektor vokasi.


Insentif
Hanif menilai dunia usaha mau terlibat dalam pengembangan SDM. Hal itu diyakini penting karena turn over dari pekerja yang tinggi.

"Kenapa tinggi? Misalnya perusahaan didik calon pekerja atau mendidik pekerjanya. Makan waktu makan biaya. Tapi begitu sudah pinter, begitu sudah terampil, dia kabur nyari yang lebih bagus kan. Pindah perusahaan dan sebagainya. Inikan perusahaan rugi kalau gitu," kata Hanif.

Maka itu, dengan adanya insentif pajak, Hanif berharap kejadian seperti itu menjadi tidak terjadi. Karena secara finansial tidak akan merugikan perusahaan.

"Jadi misalnya orang keluar orang, Rp 1 miliar, terus kemudian claim pajaknya dia bisa mendapatkan pengurangan 2 miliar, 200% kan gitu," ujar Hanif.

Nantinya, untuk vokasi juga ada sektor-sektor yang diproritaskan seperti daerah prioritas dan bidang profesi prioritas. Sementara untuk dana implementasi pendidikan vokasi, Hanif mengaku masih belum dibahas dalam rapat tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading